Dua Oknum Pengamen Diduga Rampas Uang Sopir

Kedua pelaku ketika diamankan di Polresta Palembang. foto/ist.

PALEMBANG, KORANKITO.COM – Tim Tekab Satreskrim Polresta Palembang berhasil menangkap dua oknum pengamen yang diduga merampas uang Deni Silalahi (40), sopir truk di lampu merah Macan Lindungan, Kecamatan IB I Palembang.

Kedua terduga yang ditangkap diketahui bernama AR (17) dan MF (23) warga Jalan Parameswara, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB I Palembang. Mereka ditangkap usai melancarkan aksinya di lokasi kejadian, Kamis (11/4) sore.

Berita Sejenis
1 daripada 6

Berdasarkan data dihimpun, aksi perampasan yang diduga dilakukan keduanya terjadi, Kamis (11/4) siang. Dimana bermula ketika korban berhenti di tempat kejadian perkara (TKP) dan datang keduanya yang berpura-pura mengamen.

Usai mengamen, AR serta MF meminta uang kepada korban, namun tidak diberikan oleh korban. Sehingga menusuk tangan korban menggunakan paku dan memukulnya dengan gitar. Tak hanya itu mereka merampas uang Rp500 ribu.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab Iptu Tohirin menerangkan, usai menerima laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan diduga kedua pelaku.

“Iya, diduga kedua pelaku yang aksi curas (pencurian dengan kekerasan) sudah kita amankan. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh anggota kita,” ungkap Tohirin ketika diminta konfirmasi oleh awak media.

Menurut informasi yang pihaknya dapatkan, lanjut Tohirin, kedua pemuda ini sering melakukan aksi kekerasan apabila korban tidak memberikan uang saat mereka mengamen. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pengembangan.

“Untuk barang bukti, kita amankan satu buah gitar kecil yang rusak akibat memukul korban. Keduanya menjalani pemeriksaan, apabila terbukti akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun,” cetusnya.

Sementara itu, pelaku AR mengakui perbuatannya. Ia mengatakan nekat menusuk korban menggunakan paku karena kesal tidak diberi uang. “Padahal uang dia banyak pak, tapi tidak mau beri. Jadi terpaksa kami rampas pak,” pungkasnya. (Depe)