Musim Duren Telah Tiba! Duren Tembaga Jadi Buruan Pembeli

Duren tembaga

PALI, KORANKITO.COM – Bersamaan dengan musim hujan di wilayah Bumi Serepat Serasan dan sekitarnya musim durian pun ikut menjadi musiman tahuan yang menghiasi sudut kota Pendopo Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang datang dari sejumlah wilayah di Bumi Serepat Serasan, sejak sebulan terakhir ‘membanjiri’ pasar dan sejumlah kawasan tertentu di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Duren di sejumlah sudut dan Simpang Lima Pendopo serta di kawasan pasar Pendopo, dan beberapa kawasan lainnya tampak terlihat berbagai macam ukuran buah durian segar yang bertumpuk hiasi berbagai sudut Kota Pendopo. Pedagang buah durian di kawasan tersebut menggelar dagangannya di pinggir jalan dengan membuka lapak kaki lima seadanya dan memanfaatkan mobil bak terbuka. Salah seorang pedagang buah durian Aceng (25) mengatakan, buah durian tersebut merupakan hasil panen dari petani yang ada di Kabupaten PALI sendir dan duren tembaga menjadi rebutan parah pembeli

“Sekarang ini kebun buah durian milik masyarakat Kabupaten PALI sendiri bukan lagi dari petani Empat Lawang seperti tahun tahun sebelumnya, Alhamdulillah tahun ini duren kite berbuah galo, untuk musim ini biasanya paling lama satu bulan ke depan pasokannya mulai menipis dan pasokannya kembali normal, dan juga di setiap daerh mulai masak semua sekarang baik lokal maupun dari daerah lain, namun di tahun ini duren tembaga dan emas menjadi rebutan pembeli” ujarnya Aceng

Menurutnya, buah durian dijual dengan harga bervariasi tergantung besar kecilnya ukuran, paling murah dijual Rp 10.000 per buah dan paling tinggi ditawarkan Rp 50.000 per buah, kata pedagang buah yang mangkal di pinggir jalan Simpang Lima Pendopo tersebut, namun buah duren tembaga dan emas sedikit lebih mahal dibandikan durin lainnya.

Sementara salah seorang pembeli, Mang Dedek (45) wrga Pelita mengatakan, dalam kondisi “banjir” durian ini dia membeli buah durian dalam jumlah banyak karena selain harganya relatif murah durinya besar dan manis, namun duren tembaga dan emas menjadi buruan utamanya.

Buah durian ini selain untuk dimakan langsung, ada juga yang dibuat berbagai makanan olahan seperti kolak dan juga  diawetkan untuk dijadikan sambal dan penyedap makan masak tumisan.”Buah durian bisa diolah menjadi bermacam-macam makanan, jika tidak habis dimakan langsung dapat dijadikan kolak sebagai makanan ringan di sore hari bahkan bisa dibuat dodol durian yang dikenal di daerah ini dengan sebutan lempok durian serta bisa juga dibikin tempoyak menjadi paporit wong kito, tapi khusus duren emas dan tembaga untuk langsung dimakan” Pungkas Dedek sambil makan duren. (hab/mbam)

AN