KONI Sumsel Menunggak Tagihan, PT. JSC Gembok Seluruh Venue Olahraga. Dimana Atlet Binaan Sumsel Berlatih?

PALEMBANG-PT Jakabaring Sport City (JSC) mengeluarkan kebijakan tegas dan keras terhadap KONI Sumatera Selatan (Sumsel). Seluruh venue yang digunakan atlet binaan KONI kini telah digembok.

Langkah ini terpaksa diambil PT JSC lantaran KONI Sumsel menunggak hutang tahun 2018 sebesar Rp 1 miliar. “Kita sudah sangat bijaksana dan membantu untuk pembinaan olahraga di Sumsel. Bayangkan, tagihan Rp 9 miliar atas penggunaan venue olahraga atlet-atlet binaan KONI Sumsel sepanjang tahun 2018, kita pangkas hanya menjadi Rp 1 miliar,” kata Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh.

Tagihan tersebut, diungkapkan Meina telah tiga kali diberikan ke KONI Sumsel. “Penjelasan pihak KONI macam-macam, hilang berkas, tidak ada kontrak, hingga nomor rekening JSC tidak ada. Terakhir KONI menghubungi kita pada 28 Desember 2018, dan di berkas tagihan kita pasti ada nomor rekeningnya,” sebutnya.

PT JSC, dijelaskan Meina membutuhkan biaya yang sangat besar untuk merawat dan mengelola seluruh venue yang ada. Pihaknya harus realistis dalam membiayai pengelolaan kawasan JSC.

“Kita dibayar Rp 1 miliar saja masih rugi, tapi biarlah itulah bentu sumbangsih JSC terhadap kemajuan olahraga di Sumsel. Tapi kalau tidak dibayar sama sekali, jelas ini tidak benar,” keluh Meina.

Oleh karenanya Meina masih menunggu itikad baik KONI Sumsel untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya masih sangat terbuka untuk kemajuan dunia olahraga di Sumsel.

“Semoga secepatnya ada solusi. Kita bersikap tegas karena tidak ingin dipermainkan. PT JSC itu BUMD, punya aturan main dalam menjalankan usahanya,” tutupnya.

Sementara itu di tempat yang berbeda Zulfaini M Rofi sekretaris PASI Provinsi Sumsel sangat menyayangkan langkah yang diambil pihak JSC, karena hal tersebut dapat mengganggu kelangsungan prestasi dan pembinaan atlet di Sumsel, untuk itu ia meminta kepada Gubernur Sumsel Herman Deru agar dapat membantu permasalahan ini sehingga tidak mengganggu pembinaan atlet apalagi perhelatan PON Papua sudah semakin dekat.

Selaku Pelatih, kami sangat menyayangkan hal tersebut. Pada saat kita harus berlatih keras mempersiapkan diri menghadapi Pra Kualifikasi PON bulan Juni mendatang,  kita diusir dari tempat latihan. Bagaimana kita mau Prestasi tempat latihan yang seadanya saja kita tidak punya apalagi yang sederhana bahkan yang memadai,”ucapnya

“Prestasi olah raga adalah prestise daerah baik di tingkat nasional maupun internasional maka di bangun venue tersebut oleh pemerintah daerah maupun pusat untuk kemajuan olahraga di sumsel dan pengelola jsc diangkat oleh pemda SS dengan SK Gubernur, maka persoalan penggembokan tempat latihan tidak bisa dibiarkan karena latihan tidak boleh berhenti demi mencapai prestasi nasional kami mohon sebagai pembina cabang olahraga Gubernur harus segera mengambil langkah yang pasti demi kelangsungan pembinaan atlet di Sumatera selatan,”sambungnya. (nissa/mbam)

AN