Ketum BASRI Cetak Satu Gol ke Gawang Lahat Selection A

Eddy Sofyan melepaskan diri dari kawalan pemain Lahat Selection A

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Ketua Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) Eddy Sofyan menyumbangkan satu gol ke gawang Lahat Selection A pada ajang Alex Noerdin Cup 2019.

Pada pertandingan yang digelar Stadion Gelora Serame, Lahat, Rabu (9/1) petang, Eddy memperkuat  Timnas All Star berhasil mengalahkan Lahat Selection A dengan skor telak 6-0.

Berita Sejenis
1 daripada 43

Lima gol lainnya dicetak oleh mantan penyerang Arema FC Achmad Junaidi tiga gol, Amirul Mukminin satu gol dan mantan wing bek kiri Sriwijaya FC Mahyadi Panggabean.

Pelatih Kepala Timnas All Star Nasir Salassa mengatakan cukup puas dengan kerja anak asuhnya. Akan tetapi, melawan tim tiga level di bawah anak asuhnya membuat permainan timpang.

Pemaim Timnas All Star terbang ke udara merebut bola dari pemain Lahat Selection A

Ia menilai, anak asuhnya menguasai jalannya pertandingan. Sehingga Timnas All Star masih cukup tangguh bagi tim Lahat Selection A. Namun laga tersebut cukup menghibur masyarakat.

“Penyelesaian akhir cukup baik. Tapi sulit juga melihatnya, karena memang lawan jauh di bawah pemain Timnas,” ungkap Nasir saat diwawancarai awak media seusai pertandingan.

Kendati demikian, Nasir memberikan pujian terhadap lapangan di Lahat. Di laga ini, anak asuhnya bermain cukup enjoy karena memang tanah cukup rata dan rumput lumayan tebal.

Pemain sama sekali tidak kesulitan menerapkan taktik dan strategi yang telah disiapkan. “Sekarang kita istirahat, karena Jumat nanti menyisakan satu laga lagi melawan tim lokal Lahat,” ucapnya.

Pemain timnas All Star terjatuh dihadang pemain Lahat Selection A.

Sementara itu, Tim Selection All Star Lahat Iwan tak bisa berkata banyak. Dia mengatakan, jika anak asuhnya kalah kelas dari pemain legenda Timnas All Star.

Pemain Timnas All Star punya skill dan pengalaman. Sentuhan pemain dan koordinasi sangat baik. Meski baru tergabung dalam tim dibandingkan anak asuhnya yang lebih lama, namun Carassco dan kawan-kawan lebih kompak.

“Tapi meski kalah, pemain sudah berikan yang terbaik. Apa yang mereka lakukan sekarang sudah sangat maksimal. Persiapan kita juga sangat minim,” jelasnya.

Dalam satu pekan anak asuhnya memang rutin lakukan dua sampai tiga kali latihan. Tapi itu hanya latihan buat senang-senang saja, bukan untuk level seperti melawan legenda Timnas.

“Itu jadi pengalaman bagi kita, ini laga persahabatan yang sangat menghibur,” ujarnya. (ril)

AN