Trauma Pasca Tsunami. Ini Yang Tenangkan Hati Ifan Seventeen

Ifan Seventeen dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar

KORANKITO.COM-Trauma berat pasca alami peristiwa tsunami di Selat Sunda, Ifan Seventeen masih belum tenang. Kehilangan tiga sahabat dan seorang istri, Ifan butuh waktu untuk mengembalikan semangat hidup. Salah satu sumber kekuatan Ifan adalah beribadah dan berdoa.

“Masih *recovery* banget karena masih baru kan kejadiannya. Jadi aku masih trauma *healing*-lah istilahnya, proses *healing* dari trauma itu,” cerita Ifan saat ditemui di Jakarta, Minggu (6/1).

Berita Sejenis

“Aku lebih ke beribadah saja, lebih banyak ngaji lah beribadah. Iya…, iya lebih kayak gitu lah yang membuat aku tenang,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Ifan juga mengaku belum bisa banyak bercerita tentang kejadian mengerikan yang dialaminya. Apalagi untuk kembali bekerja di dunia hiburan, jujur Ifan belum mampu.

Sementara itu, salah satu sahabat mengatakan Ifan belum berani ke kamar pribadinya karena masih terbayang-bayang wajah Dylan Sahara, mendiang istri tercinta.
“Ini saja dia masih belum berani naik ke atas, ke kamar dia sama istrinya. Dia belum berani. Karena banyak terlewatkan dari kita sebetulnya pasca kejadian kemarin itu masih menyisakan banyak hal. Ya kita bisa bilang Ifan masih trauma dan psikologisnya masih terguncang,” kata Budi Doremi, sahabat Ifan.

“Ini saja datang ke rumahnya secara fisik beraksi sesak napas dan lain sebagainya. Oleh karena itu dia sekarang lagi treatment, dia lagi betul-betul di treatment seperti orang yang memang butuh perhatian yang luar biasa,” lanjutnya.

Budi menjelaskan bahwa Ifan memang sedang terapi untuk menghilangkan rasa traumanya dari kejadian tsunami. Salah satunya, Budi mengajak Ifan ikut pengajian dan berkegiatan lainnya di siang hari.

“Kasihan setiap kali ditanya, setiap kali diajak ngobrol tuh kelihatan dari bahasa tubuhnya kalau dia tuh masih sangat-sangat terguncang. Ini dia lagi betul-betul diterapi. Dia ikut pengajian, ikut banyak kegiatan lah biar dia juga nggak mengingat-ingat, tetapi yang kita lihat kan kegiatan pada saat siang. Tapi kan kita nggak bisa membayangkan ketika malam ketika mau tidur dan itu hal yang sangat sulit yang dilewati sama Ifan,” tandas Budi. (O tri/mbam)

AN