Ini Cara PT. JSC Untuk Perketat Keamanan di Jakabaring Sport City

Direktur utama Jakabaring Sport City Meina Fitriani

PALEMBANG, KORANKITO.COM – Guna menerapkan kawasan yang bertaraf Internasional Jakabaring Sport City terus membenahi fasilitas yang ada, dalam hal ini PT JSC bekerja sama dengan PT Palang Parkir Indonesia (PPI) menerapkan Autogate guna memperketat keamanan.

“Kita hanya tambahkan alat keamanan, kemudian dari sisi keuangan tercatat sehingga terecord berapa kendaraan yang masuk per harinya, selain itu manfaatnya untuk masalah yang selama ini curanmor sudah kita meminimalisir, kita harapkan dengan autoget tidak ada lagi hal semacam ini, apalagi kantong parkir lebih tertata rapi,”ujar Direktur utama Jakabaring Sport City Meina Fitriani Paloh, Senin (7/1/2019).

Selain itu Meina mengungkapkan, baru dua hari digunakan sistem parkir elektronik autogate, hasilnya cukup mengejutkan. Pasalnya baru diterapkan, Sabtu lalu sudah mendapatkan pemasukan sebesar Rp43 juta lebih, sedangkan pada hari Minggu mencapai Rp75 juta lebih.

Hal ini membuktikan penerapan sistem baru ini sangat efektif untuk mengontrol jumlah pendapatan, sekaligus memantau berapa banyak kendaraan baik motor maupun mobil yang memasuki kawasan JSC dan menciptakan rasa aman kepada para pengunjung.

“Sebelum digunakan sistem parkir elektronik auto gate ini pada hari libur atau weekend pendapatannya paling besar itu sehari ya paling Rp3 juta, tidak seperti saat ini,” ungkapnya

Sementara itu, Direktur Operasional PT Palang Parkir Indonesia, Aditya Purnawan Sestya menambahkan, dengan diberlakukannya tarif masuk melalui sistim Auto gate ini pengisian dan pembeliannya sendiri para pengunjung dapat melakukan pengisian saldo melalui bank, itu rencananya.

Tapi untuk sementara ini diberlakukan terlebih dahulu seperti parkir di mall, karena kedepan pihaknya akan bekerja sama terlebih dahulu dengan pihak bank.

“Kita baru akan bekerjasama dengan pihak-pihak bank untuk membuka mesin emisi. Untuk saat ini kami menerapkan sistem parkir mall terlebih dahulu sekalian mensosialisasikan kepada masyarakat, sedangkan tarifnya, orang atau pengunjung Rp 1000 per kepala, Sepeda Rp 2000, kendaraan motor Rp 5.000, mobil Rp 10.000, sedangkan untuk bus Rp 40.000,” jelasnya.

Ia menambahkan, khusus untuk para pengunjung yang setiap harinya akan berada di kawasan JSC serta pengunjung yang nantinya akan berlangganan maka pihaknya nanti akan menerapkan sistem member. Untuk saat ini sistem member sendiri hanya baru menyediakan khusus karyawan dan petugas kerja lapangan (PKL).

“Mudah-mudahan dengan adanya sistem baru transcad automatic bisa memberi kenyamanan kepada pengunjung. Sebagai tuntutan zaman, sebagai kota metropolitan harus mengikuti perubahan salah satunya mengurangi penggunaan uang cash, dan menyediakan akses wifi diarea sport,” pungkasnya. (hms/mbam)

AN