Awal Tahun 2019, Polisi Tembak Mati Residivis Begal

Gelar perkara dan barang bukti di RS Bhayangkara Palembang.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Di awal tahun 2019, kepolisian Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kertapati Palembang menembak mati begal motor. Tersangka adalah Arianto alias Ari Tomek.

Pria berusia 23 tahun itu diberi tindakan tegas karena menembak polisi dengan senjata api rakitan (senpira) ketika digerebek saat pesta narkoba di Jalan Putri Dayang Rindu, Kecamatan Kertapati Palembang, Rabu (2/1) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 55

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, dari catatan kepolisian setidaknya Ari telah beraksi sebanyak 17 kali di berbagai kawasan yakni, Kecamatan Kertapati, Plaju dan Seberang Ulu I Palembang.

Bahkan seorang petugas nyaris terkena tembakan dari pelaku saat penangkapan itu berlangsung. Hingga akhirnya polisi memberikan tindakan tegas terukur mengenai dada sebelah kiri pelaku.

Jajaran kepolisian Polsek Kertapati Palembang saat foto bersama dengan Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono. foto/depe.

“Kita dapatkan senjata api jenis revolver dari tersangka. Saat penangkapan berlangsung, pelaku sempat menembak dua kali kearah petugas sehingga diberikan tindakan tegas,” katanya saat gelar perkara di RS Bhayangkara Palembang.

Selain senjata api, alat hisap sabu serta barang bukti narkoba juga didapatkan di lokasi penangkapan. Saat ini, petugas pun masih mengembangkan  kasus ini untuk memburu para komplotan Ari.

“Pelaku ditangkap saat mengkonsumsi sabu, selain begal ia juga pernah menjadi bajing loncat dan jambret, ada 17 laporan kepolisian yang masuk. Pelaku juga residivis dengan kasus yang sama,” pungkasnya. (depe)

AN