Kembaran Ifan Seventeen Trauma Berat Pasca Tsunami Selat Sunda

KORANKITO.COM – Kembaran Ifan Seventeen, Idan masih dalam keadaan tak tenang. Ia alami trauma berat pasca menjadi korban tsunami Selat Sunda. Saking traumanya, Idan sampai tak bisa tidur karena terbayang begitu seramnya gelombang laut menghantam dirinya.

“Trauma dari kejadian itu ya jadi sampai kemarin tuh, kita tidur itu masih ketakutan,” cerita Idan saat ditemui di Kalibata, Jakarta Selatan.

 

“Tidur berdua, gelap, terus senyap gitu, sunyi gitu. Terus jadi panggil-panggilan gitu, ‘sayang… sayang…’, kayak masih takut. Masih kebayang-bayang banget soalnya. Dan itu masih sampai sekarang,” sambung Cynthia Wijaya, sang istri.

Berita Sejenis
1 daripada 4

“Dan mimpi pun masih yang aneh-aneh, masih syok sama kejadian itu,” lanjut Cynthia.

Pun begitu dengan Ifan, vokalis Seventeen itu juga masih dalam keadaan sangat terpukul. Terpukul kehilangan tiga sahabat dan istri, Ifan dikabarkan jatuh sakit.

“Ifan kondisinya masih terpukul lah ya, masih belum bisa sendiri lah, masih harus ditemanin. Karena bagaimana juga Ifan yang merasa kehilangannya paling banyak dan paling besar. Saya kira itu efeknya hanya psikologis ya, ternyata bukan cuma itu tetapi juga ke badannya sendiri ya. Jadi gara-gara traumanya itu reaksi di badannya itu macam-macam. Terakhir itu saya telepon itu dia lagi demam, habis minum obat terus istirahat karena ternyata pikirin juga ngaruh ke badan gitu,” jelas Idan.

Dalam kesempatan itu, Idan juga mengomentari soal kekecewaan Ifan terhadap BMKG. Menurutnya, bukan hanya sang adik saja yang trauma, tetapi juga para korban tsunami di Banten. Pasalnya, BMKG sudah memberikan info yang salah saat kejadian tsunami.

“Kalau masalah kekecewaan ifan saya juga kurang tahu, cuma yang jelas pas waktu itu dibilang bahwa tsunami cuma air pasang itu bukan cuma Ifan, kita semua kecewa yang jadi korban. Waktu itu…, waktu itu dibilang cuma air pasang dan tingginya cuma 2 meter. Ya kita di situ yang waktu itu notabene jadi korban, paginya kita tahu persis keadaannya seberapa tinggi ombaknya seberapa kuat ya kita kecewa juga. Kok bisa info yang dikeluarkan bisa salah,” tandasnya. (O tri/mbam)

AN