60 Siswa Lulus Diklat Flight Attendant dan Ground Staff di BP3 Palembang

Penyematan tanda kelulusan oleh Kepala BP3 Palembang M Andra. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – 60 siswa dinyatakan lulus dalam Diklat Flight Attendant serta Airline Ground Staff yang digelar oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Palembang bekerja sama dengan Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan.

Hal itu terungkap dalam acara penutupan Diklat Flight Attendant angkatan VI dan Diklat Airline Ground Staff angkatan  V dan VI di Gedung Serba Guna BP3 Palembang yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (27/12) pagi.

Berita Sejenis

“Siswa untuk Airline Ground Staff ada 40 orang, ditambah Flight Attendant sebanyak 20 orang. Jadi seluruh peserta dalam kerjasama ini sebanyak 60 orang,” ungkap Kepala BP3 Palembang M Andra Adityawarman saat diwawancarai awak media usai acara.

Ia menjelaskan, kerjasama antara BP3 Palembang dengan ATKP Medan untuk memberikan kesempatan bagi putra-putri khususnya dari Sumatera Selatan mengikuti pelatihan Airline Ground Staff dan Flight Attendant yang pelaksanaan hanya bisa dilaksanakan di BP3 Palembang.

foto/depe.

“Kita harapkan program ini bisa dinikmati oleh adik-adik kita. Khususnya bagi yang kurang mampu dan  berada di daerah terpencil. Sehingga dapat membantu perekonomian mereka, baik pribadi sendiri maupun keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka,” tuturnya.

Ditambahkan Wakil Direktur II ATKP Medan Kusyadi Dadang, dirinya mengucapkan selamat bagi siswa-siswi diklat yang telah dinyatakan lulus. Ia menerangkan, program ini dapat memberikan pendidikan yang menjadi bekal untuk keperluan bekerja di bidang penerbangan.

“ATKP Medan dan BP3 Palembang adalah satu lingkup dalam badan pengembangan sdm perhubungan. Kita 2017 melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat ada dua jenis diklat Flight Attendant dan Ground Staff. Harapan kita pengembangan ini dapat dikembangkan melebihi kebutuhan masyarakat khususnya di dunia penerbangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Hubud Ahmad Bahrawi mengatakan, penekanan pelatihan Airline Ground Staff dan Flight Attendant dalam rangka memberikan aksesibilitas kepada masyarakat terutama bagi yang kurang mampu.

“Sehingga mereka memiliki daya saing terkait perkembangan teknologi dan mereka bersaing di dunia penerbangan. Mereka memiliki kesempatan akses bekerja di dunia penerbangan. Pendidikan sendiri dilakukan selama dua bulan. Program nasional untuk memberikan kesempatan masyarakat. Insya Allah tahun depan tetap ada,” pungkasnya. (depe)

AN