Selamat dari Terjangan Tsunami Banten, Ifan Seventeen Rasakan Sakaratul Maut

Ifan Seventeen

KORANKITO.COM – Dua jam terombang-ambing di tengah laut pasca tsunami terjadi di Banten, Ifan Seventeen seperti merasakan sakaratul maut. Kala itu badannya tertimpa panggung, besi, hingga terlilit kabel, dan Ifan hanya bisa pasrah jika nyawanya tak terselamatkan.

“Ketimpa panggung, ketimpa besi, kabel, saya merasa sakaratul maut. Sempat ketarik ke tengah laut, pakai kotak kecil gitu berempat dua jam lebih. Itu juga kayak nggak mungkin hidup gitu, di situ rasanya sudah kayak…, kan sudah muntah-muntah juga, mayat juga sudah di mana-mana gitu. Sudah kayak nggak, karena kan daratan jauh gitu. Nyebrang badan sudah berat karena kebanyakan minum,” cerita Ifan saat ditemui di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (25/12).

Berita Sejenis
1 daripada 4

Di tengah tubuh yang mulai melemah, Ifan terus berusaha ia hingga tiba di daratan dalam keadaan selamat. Selain ada sebuah boks yang menyelamatkannya, Ifan juga percaya dengan kekuatan doa.

“Saya pegangan kotak kecil itu empat orang. Itu juga nggak bisa ditekan karena kalau ditekan bisa tenggelam. Jadi gerakin badan juga ke daratan selama dua jam perjalanan karena kan jauh juga ya, kanan kiri tuh sudah mayat semua. Saya sepanjang perjalanan ke daratan itu shalawat terus, shalawat terus,” terangnya.

Sampai daratan dalam keadaan selamat, Ifan hanya mengalami luka-luka di bagian badan, lantaran tubuhnya tergores kayu dan barang-barang lainnya. Ifan selamat, namun tiga personel Seventeen dinyatakan meninggal dunia. Sang istri juga ditemukan tak bernyawa, dua hari pasca peristiwa tsunami.

“Ah saya sendiri doang gimana ya, mesti ngapain gitu. Nggak pernah kebayang ketemu sama teman-teman dalam keadaan kayak gini. Terima kasih banyak dari kemarin sudah mendoakan baik Seventeen band, maupun istriku, Dylan sahara. Terima kasih banyak sudah mau datang dan berdoa sama-sama,” tandasnya. (O tri/mbam)

AN