Bayar Jasa Esek-esek Pakai Uang Palsu

Gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IT I Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Hariyadi (23) ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek IT I Palembang. Sebab, ia kedapatan membayar wanita pekerja seks komersial (PSK) menggunakan uang palsu.

Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rachmat mengatakan, tertangkapnya tersangka berawal dari Hariyadi menyewa kamar hotel di kawasan IT I Palembang dan memanggil wanita penghibur secara online.

Berita Sejenis

Tiga Wanita Diduga PSK Diamankan

Uang Palsu Beredar di Banyuasin

1 daripada 2

“Setelah berkencan, pelaku membayarnya dengan uang palsu. Korban yang mengetahui telah menerima uang palsu, langsung menghubungi kita. Saat itulah dia kita ringkus,” kata Edi saat gelar perkara dan barang bukti.

Edi melanjutkan, korban mengetahui uang itu palsu, ketika membuka amplop yang diberikan Haryadi. Uang pecahan Rp 100 ribu  tersebut dicetak tersangka menggunakan printer disalah satu warnet.

“Pelaku waktu itu tertidur, setelah berkencan. Disana korban membuka amplop yang diberikan kepadanya. Uang palsu dalam amplop tersebut senilai Rp3,7 juta. Semuanya dicetak menggunakan printer,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Haryadi mengaku ulahnya itu lantaran iseng saat membuka kamar hotel. Kemudian ia ke warnet dan mencetak uang palsu. “Saya sewa cewek dari aplikasi online. Uangnya saya cetak 32 lembar dengan pecahan Rp100 ribu,” katanya.

Ia pun tak menyangka ulahnya membayar PSK menggunakan uang palsu akan berakhir dipenjara. “Lagi tidur tiba-tiba dikamar ada polisi, saya awalnya cuma iseng saja,” ungkapnya.

Atas perbuatannya ,tersangka pun di kenakan pasal 244 KUHP dan pasal 36 UU No, 7 tahun 2011 tentang mata uang rupiah yang disalahgunakan, dengan ancaman 15 tahun penjara. (depe)

AN