Setelah 4 Bulan DPO, Piter Bandar SS Yang Terkenal Licin, Diringkus!

Piter Antopas tersangka bandar Sabu-sabu berhasil diamankan di Polsek talang ubi, Selasa (18/12/2018)

PALI, KORANKITO.COM – Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Talang ubi berhasil meringkus Piter Antopas (34) warga Talang Ojan kelurahan Talang Ubi Utara kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang merupakan seorang bandar yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak September 2018 lalu.

Dimana, dari data yang dihimpun korankito.com, terhadap pelaku Piter ini pernah dilakukan penggerebekan di kediamannya oleh tim Elang unit Reskrim Polsek Talang ubi. Saat itu pelaku sempat kabur melalui pintu samping dan berlari menuju hutan perkebunan.

“Pelaku berhasil kita bekuk di kediamannya, dari informasi masyarakat pelaku yang merupakan DPO masih terus meresahkan masyarakat dengan menjadikan rumahnya sebagai tempat bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu.” jelas Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SH SIK MH melalui Kapolsek Talang ubi Kompol Okto Iwan Setiawan ST disampaikan Kanit Reskrimnya IPDA M Arafah SH, Selasa (18/12/2018)

Lebih lanjut, Arafah menjelaskan bahwa saat dilakukan penangkapan pelaku kooperatif dan dari tangan pelaku di dapati barang bukti berupa kristal putih diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 1,20 gram yang terbagi menjadi 4 paket kecil, satu butir inex, puluhan plastik bening klip, uang tunai dan timbangan digital serta sejumlah catatan hasil penjualan pelaku.

“Pelaku dan barang bukti kita amankan pada Senin (17/12/2018) malam, dan saat ini pelaku masih kita lakukan pemeriksaan di polsek talang ubi. Pelaku kita ancam dengan pasal 112 junto pasal 114 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 12 tahun penjara.” tungkasnya

Sementara, dari pengakuan pelaku Anton, dirinya baru saja keluar Lapas pada Februari 2018 lalu, setelah menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Pada pertengahan bulan Mei 2018 dirinya mulai melakukan penjualan narkoba jenis sabu-sabu, dan juga sebagai pengguna narkoba.

“Bulan dua kemaren baru keluar, dan bulan lima kemarin mulai jadi bandar pak. Saya mendapatkan barang itu (sabu-sabu) dari desa Air hitam biasanya mengambil dua hari sekali sebanyak setengah kantong. Dan dipaketkan kecil senilai Rp 200.000-250.000 / paket. Biasa menjual kepada teman yang ada di wilayah Pendopo.” akunya. (hab/mbam)

AN