Pertama Di Indonesia! MUBA Miliki Storage Minyak Yang Dikelola BUMD

Petro Muba  gandeng investor PT PDPDE Gas Untuk pembangunan Storage Minyak di Musi Banyuasin

Gubernur H Herman Deru dan Bupati Dodi Reza Alex nampak berbincang serius disela sela acara peresmian Stasiun Pengumpul Minyak di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, Rabu (19/12/2018).

SEKAYU, KORANKITO.COM – PT Petro Muba, semakin menancapkan perannya untuk berkiprah lebih jauh dibidang pengolahan minyak khususnya di daerah Musi Banyuasin.

“Hal ini terlihat jelas dengan diresmikannya storage atau penyimpanan minyak mentah  di Babat Toman, Muba pada 19 Desember 2018. Station Storage dan station settling oleh PT Petro Muba ini untuk penampungan sementara dan transportasi minyak mentah sumur tua di Kelurahan Babat Toman, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menjelaskan, bahwa pembangunan stasiun Storage dan Station  Settling yang telah dibangun BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Petro Muba ini salah satu cara mewujudkan Kabupaten Musi Banyuasin sebagai lumbung energi di Sumatera Selatan. Pembangunan storage juga dinilai sebagai  pengelolaan sumur tua secara aman dan kondusif untuk terciptanya

Berita Sejenis
1 daripada 4.200

“Zero Illegal Drilling dan Zero Illegal Refinery”. Upaya ini merupakan yang pertama di Indonesia yang dikelola oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) PT Petro Muba.

Dodi Reza Alex mengaku prihatin jika selama ini pengelolaan minyak mentah sumur tua dilaksanakan dengan tingkat keamanan yang sangat minim. Kondisi tersebut tentunya mempunyai resiko yang sangat tinggi dan sangat rentan terhadap keselamatan pekerja itu sendiri.

Gubernur H Herman Deru dan Bupati Dodi meninjau Stasiun Pengumpul Minyak di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, Rabu (19/12/2018).

“Dengan kerjasama ini kita bisa meminimalisir angka kecelakaan kerja dengan berpedoman pada HSSE”, kata Dodi Reza Selaku Bupati Musi Banyuasin.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan stasiun pengumpul minyak yang ada di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin yang dibangun oleh PT Petro Muba dengan PDPDE Gas, salah satunya bertujuan untuk menampung minyak-minyak mentah yang dihasilkan oleh para penambang liar.

“Ya, ini untuk penampung minyak dari penambang liar, sehingga minyak yang ada menjadi legal,” ujar Deru usai meresmikan Stasiun Pengumpul Minyak di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, Rabu (19/12/2018).

Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini menuturkan, tidak ada seorangpun yang ingin melakukan perbuatan ilegal. Namun, tinggal bagaimana pemimpin untuk membuat kanal yang ada di wilayah abu-abu menjadi terang atau legal.

“Membuat terobosan dan menjelaskan yang benar sehingga dapat membuat stasiun pengumpul ini berjalan baik. Sehingga yang marginal atau di sumur tua menjadi sah apabila sudah masuk disini (stasiun), jadi dampak hukum yang selama ini membuat khawatir masyarakat menjadi berkuran,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, potensi hasil sumur marjinal atau sumur tua sangat banyak, belasan bahkan ratusan ribu barel per hari. Namun daya tampung masih sedikit. “Artinya ada masyarakat yang tidak mampu melegalkan minyaknya. Jadi harus dibangun lebih besar lagi stasiun pengumpul. Pada akhirnya minyak yang dikelola masyarakat di muba ini tidak lagi menjadi ilegal,” beber dia.

Dengan adanya Stasiun Pengumpul Minyak, diharapkan dapat mengurangi aktivitas illegal mining atau penyulingan ilegal yang saat ini sangat marak dilakukan masyarakat. Dimana penyulingan ilegal sering terbakar atau meledak yang berujung pada timbulnya korban.

“Kita ingin minyak Muba ini keluar tidak ilegal lagi atau menjadi legal. Namun, harga yang dibeli harus disesuaikan, jika harga yang dibeli tidak bersaing, minyak juga akan berlari keluar,” kata dia.

Gubernur H Herman Deru dan Bupati Dodi meninjau Stasiun Pengumpul Minyak di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, Rabu (19/12/2018)

Tiga Manfaat Stasiun Penampungan

Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, terdapat tiga keuntungan dalam pengoperasian Stasiun Penampung Minyak ini, pertama adalah membantu lifting nasional, karena saat ini produksi minyak nasional terus menerus turun.

Kedua, dapat mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Muba, karena selama ini Kabupaten Muba masih tergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas.

 

“Ketiga, lingkungan dan keamanan merupakan sebuah kunci yang tidak bisa diganggu gugat. Dengan adanya stasiun ini dapat menjadi contoh pengelolaan minyak mentah menjadi lebih baik,” tandas dia.

Direktur  Utama Petro Muba H. Yuliar,SE mengungkapkan bahwa pembangunan storage ini tujuanya adalah meminimalisir kegiatan illegal drilling, ilegal tapping, ilegal mining, dan illegal mini refinery di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui BUMD yakni PT Petro Muba akhirnya membangun  Storage (tempat penyimpanan/stasiun pengumpul) minyak mentah yang dibangun diatas lahan seluas 2 Ha (hektar) di Desa Babat Kecamatan Babat Toman.

Hal ini dinilai banyak pihak merupakan solusi agar minyak dari Muba tidak lagi dibawa keluar dari Kabupaten Muba. Diceritakan Direktur Utama PT Petro Muba Yuliar SE, keberadaan storage ini merupakan kerja sama dgn PT Pertamina EP, sampai menjadi kontrak.    

Yuliar menuturkan sejarah kenapa Muba melalui BUMD PETRO MUBA memiliki Storage pertama di Indonesia yang dikelola BUMD.

 

“Prosesnya memakan waktu yang panjang, hingga terjadi kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak Angkat Angkut Minyak (AAM) mentah dari sumur tua ke stasiun pengumpul di Pertamina EP Ramba,”

Lanjutnya, untuk tahap pertama, PT Petro Muba menggandeng Penambang Existing KMK (Kelompok Masyarakat Kukui), sesuai dengan permintaan PT Pertamina, untuk melaksanakan

 

Angkat angkut minyak dari sumur tua ke stasiun pengumpul Pertamina Ramba, yang dituangkan dalam bentuk kontrak kerja sama, telah berjalan sejak Mei 2018 sampai saat ini  berjalan dengan lancar dan aman.
 
Kemudian, PT Petro Muba perlu menyikapi mengambil langkah Tahap kedua dari kontrak yang ada kerjasama dengan Pertamina harus kerja secara proposional dengan cara menggandeng perusahaan yang mempunyai pengalaman di bidang Migas, untuk dapat membackup semua kebutuhan PT Petro Muba, termasuk salah satunya pembangunan Station Storage untuk memenuhi salah satu pasal dalam kontrak  kandungan air yg terdapat dalam minyak mentah tidak boleh melebihi 0,5%.
  
“Petro Muba mencari dan menyeleksi perusahaan yang berpengalaman di bidang migas untuk membackup PT Petro setelah diseleksi dari beberapa perusahaan maka dipilihlah PT PDPDE Gas. PT PDPDE Gas  dapat membackup Petro Muba , termasuk salah satu Pembuatan Station Storage,” jelasnya.

Dikatakan, storage minyak mentah di Desa Babat ini pertama di Indonesia yang dikelola oleh BUMD serta memiliki kapasitas yang besar. “Kami berharap ini dapat berkontribusi positif ke depannya,” harapnya.

Dijelaskan, storage ini terdiri dari 18 tangki yang terdiri dari 9 tanki settling dan 9 tangki storage dengan masing-masing kapasitas tangki 40 kilo liter. “Minyak dari masyarakat di hisap dengan pompa unloading pump dengan kapasitas 800 liter per menit,” jelasnya.

Kemudian, pompa tersebut sebanyak 3 unit dengan pola 2 operasi 1 unit standby. Setelah diendapkan selama 6 jam endapan lumpur dan air dihisap pompa sloop pump menuju separator untuk kembali dipisahkan antara air dan sisa minyak.

“Sisa minyak dipompa kembali ke storage tangki minyak dari settling tank yang telah memenuhi persyaratan kemudian dipompa dengan transfer pump dengan kapasitas 800 liter per menit menuju storage tank,” imbuhnya.

Lanjutnya, untuk safety dilengkapi dengan hydrant di sekeliling area  dengan 6 pillar hydrant, 2 diesel pump dan fire water tank dengan kapasitas 2 x 70 kilo liter. Dengan perkiraan bisa mengcover 1 1/2 – 2 jam accident sebelum bantuan datang. “Di area Tangki, rumah pompa, ruang panel dan area bongkar muat minyak dilengkapi dengan fire detector,” tambahnya. (hms/mbam)

AN