Pertengkaran Angbeen Rishi dan Ibunda Karena Diadu Domba?

Yulia

KORANKITO.COM – Konflik ibu dan anak, antara Angbeen Rishi dan Yulia semakin panas. Masing-masing merasa benar dan ungkap pernyataan berbeda di depan awak media. Meski Yulia merasa dipojokkan anaknya sendiri, namun ia mengaku ada orang ketiga yang mengadu domba. Siapa dia?

“Saya nggak pernah ketemu Angbeen sejak keluar dari rumah umur 18 tahun. Angbeen anak yang baik tolong, jangan dimanfaatkan seperti saya diadu sama anak saya sendiri. Tolong lah orang-orang di belakang, Angbeen jangan dimanfaatkan,” ujar Yulia saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (13/12).

Sejak cerai dengan Tomy Rishi, hubungan Yulia dan mantan suaminya memang kurang baik. Bahkan keduanya tak pernah komunikasi soal anak, hingga Yulia menganggap Angbeen kena imbas perseteruan orang tuanya yang sudah cerai.

“Bapaknya itu kalau ketemu saya nggak akan mau. Kontak saya juga nggak, mau karena saya ada konflik untuk saat ini tidak selesai,” terangnya.

Sementara hubungan Yulia dan mantan suami buruk, tapi komunikasinya dengan Angbeen baik-baik saja. Hal tersebut berbeda dengan pernyataan Angbeen, yang mengaku sudah satu tahun putus komunikasi dengan sang bunda.

“Itu nggak pernah terjadi, seperti yang saya bilang Angbeen ini dimanfaatin, sebagai naluri ibu saya tahu. Kita lihat saja perilaku Angbeen yang berubah ini. Sebagai ibu hanya mau yang terbaik. Buat pernikahan dini buat saya kaget saja. Harusnya dia kuliah kalau nggak mau ya kariernya kita support, jangan dibiarkan menikah terus berdiam diri. Ini hanya emosi seorang anak yang terlalu dini untuk melaksanakan pernikahan,” terangnya.

Meski konflik belum menemukan titik temu, namun Yulia tak mengharap maaf dari Angbeen. Yulia hanya ingin Angbeen dan Adly Fairuz datang baik-baik dan minta izin menikah.

“Nggak usah saya ibunya, saya tahu anak saya. Sebetulnya gampang kok, seorang anak tinggal datang ke rumah ibunya. Orang dia tinggal di rumah saya, baju-bajunya masih di rumah saya. Saya kalau membangun komunikasi mau, tapi kalau sebelah nggak mau bagaimana?

Perkara Angbeen kalau nggak ada yang mengiyakan ya nggak akan terjadi. Pernikahan kan sakral ada *toto kromo* kalau mengerti etika itu *at least* bapaknya telepon saya. Harusnya bapaknya juga ngabarin saya, anakmu begini,” tandas Yulia. (O tri/mbam)

AN