2019, PDAM Tirta Bukit Sulap Siap Layani 2.000 KK

Walikota Lubuklinggai SN Prana Putra Sohe

LUBUKLINGGAU, KORANKITO.COM – Dalam waktu dekat intake IKK Batu Urip bantuan Hungaria di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Timur I siap beroperasi memberikan pelayanan pendistribusian air kepada pelanggan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau.

Intake IKK di wilayah tersebut dapat mendistribusikan air ke 2.000 kepala keluarga (KK) mulai 2019 dengan area cakupan Batu Urip, Siring Agung hingga ke Jogoboyo. Saat ini intake IKK bantuan Hungaria yang proyek pengerjaannya dilakukan pihak Kementerian PU PR itu sebagian sudah operasi di daerah Batu Urip dengan cakupan 75 KK.

“Untuk sekarang yang sudah dibantu oleh tambahan dari Hungaria ini adalah 75 untuk saluran distribusi 75 KK dan dari DAK ada 200. Kedepan tetap kita tambah untuk sampai kepada 1.800 sampai 2.000 KK,” kata Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Orang nomor satu di bumi Sebiduk Semare itu, Jumat (14/12) menyempatkan diri mengecek dan melihat langsung ke lokasi intake IKK di Batu Urip. Sekaligus melihat langsung pelaksanaan pelatihan atau training pengalihan teknologi intake IKK yang diikuti 10 petugas PDAM. Dengan harapan mereka yang ikut training dapat mendapatkan ilmu pengetahuan.

“Pemerintah kota khususnya PDAM nanti akan menerima setelah pekerjaan ini selesai total sampai pelatihan dan sebagainya selesai, baru diserahkan nanti,” jelasnya.

Disamping itu, pihak Pemkot mengakui kedepan pihaknya masih akan menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) lagi mengenai PDAM Tirta Bukit Sulap. Meliputi PR atau persoalan PDAM induk di daerah Kayu Ara (Watas). “Memang perlu pembenahan. Sekarang sedang kita bangun reservoirnya, nanti menyusul dibangun IPAL-nya,” ujarnya.

Sambung Nanan, itu untuk menambah cakupan daripada distribusi yang lama. Dan memang diakui pihaknya, sejak 1989 belum ada pembangunan-pembangunan dan baru ini dilakukan pembangunan reservoir baru di PDAM induk daerah Watas. “Kita menekankan supaya nanti 2019 gak ada lagi persoalan PDAM,” timpalnya.

Kemudian, kalaupun ada persoalan, itu merupakan hal wajar. Namun persoalan itu jangan hanya dilihat dari satu sisi.

“Jadi jangan melihat dari satu sisi. Lihat perkembangan-perkembangan selama ini yang dulu pelanggan PDAM Kota Lubuklinggau hanya 12 ribu, sekarang sudah sampai 17 ribu,” bebernya.

Ditambahkan Nanan, Pemkot Lubuklinggau kedepan menargetkan jumlah pelanggan PDAM mencapai 20 ribu sampai 24 ribu pelanggan. “Kedepan Lubuklinggau ini akan sehat PDAM-nya kalau yg di Watas, reservoir dan IPAL-nya selesai. Kedepan kita mencoba melakukan untuk diberikan mechanical elektrik seperti yang disini. Kapasitas yang lebih besar,” terangnya.

Orang nomor satu di bumi sebiduk semare itu mengungkapkan intake IKK Batu Urip yang berfungsi menangkap air dari badan air (sungai) mampu menampung 400 kubik air. Sedangkan di daerah Watas 2.000 kubik.

“Nah bagaimana sistem mechanical ini bisa dipasang juga di tempat yang baru itu supaya memang lebih terkontrol, lebih terjamin kualitasnya,” timpal dia.

Selain itu, PR atau persoalan PDAM lainnya yakni  PDAM masih butuh satu intake untuk cakupan Kota Lubuklinggau yakni di Bukit Sulap.

“Nah kalau Bukit Sulap sudah, yang di Watas sudah, insya Allah untuk cakupan lima sampai 10 tahun kedepan, Lubuklinggau masalah PDAM terpenuhi,” bebernya.

Sejauh ini, PDAM Lubuklinggau memiliki PDAM induk di Watas. Didukung intake Petanang, Kupang, Jukung dan Batu Urip.

“Kita berharap ke depan ada IKK di Bukit Sulap. Kalau di induk Watas selesai, yang mulai dibangun reservoir, IPAL selesai, dibukit selesai, maka persoalan PDAM bisa kita selesaikan. Kalau untuk sekarang tidak bisa,” pungkasnya.(dhia/mbam)

AN