Calon Istri Adly Fairuz Alami Kekerasan Oleh Ibunda

Adly Fairuz dan Angbeen Rishi

KORANKITO.COM – Persiapan pernikahan Adly Fairuz dan Angbeen Rishi alami sedikit kendala. Awalnya karena pengakuan Yulia, ibunda Angbeen itu mengaku tak diundang ke acara lamaran Adly dan kekasihnya. Membantah tak mengundang ibu kandung, Angbeen justru ungkap pernyataan mengejutkan bahwa ia pernah alami kekerasan.

“Kenapa saya bisa pergi ke rumah ayah saya, karena saya mengalami kekerasan,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (12/12).

Berita Sejenis
1 daripada 4.203

“Kekerasan yang saya tidak mau jelasin itu apa karena itu adalah aib permasalahan keluarga dan saya tidak mau jadi menjelek-jelekan ibu saya. Saya nggak mau tapi kekerasan itu sudah membuat saya malu, saya trauma ditambah ini sudah nyebar jadi saya harus ngomong,” jelas Angbeen.

Diduga Angbeen alami kekerasan karena sang bunda tak setuju hubungannya dengan Adly. Yulia menolak Adly, karena pesinetron tampan itu beda keyakinan dengannya.

“Karena ibu saya tidak setuju, karena Adly memiliki keyakinan yang berbeda dengan ibu saya. Akhirnya ibu saya memilih seseorang yang memiliki agama atau keyakinan yang sama dengan ibu saya,” ungkap Angbeen.

Dijodohkan dengan pria lain selain Adly, Angbeen menolak. Merasa sudah dewasa dan bisa memilih, Angbeen tetap ingin menikah dengan laki-laki pilihan hatinya, Adly Fairuz.

“Jadi mereka tidak memperbolehkan saya untuk berhubungan lagi sama Adly atau untuk ketemu sama Adly. Kebetulan juga orang itu (pria yang dijodohkan dengan Angbeen) sedang mencari istri. Terjadi lah cekcok suatu hal yang nggak perlu saya ceritain yang kayak gimana ya, karena itu sangat memalukan menurut saya, dan saya juga tidak akan cerita. Jadi akhirnya saya daripada menjadi anak yang pembangkang atau anak durhaka atau saya melawan sama ibu saya, saya memilih untuk menyingkirkan diri, untuk menenangkan diri satu sama lain lah,” papar artis 21 tahun itu.

“Setelah kejadian itu saya pikir akan menjadi tenang gitu, ternyata tidak. Akhirnya menjadi cekcok besar sampai sekarang bisa sampai ke media. Sangat saya sesalkan sebenarnya, menurut saya nggak perlu,” tutup Angbeen. (O tri/mbam)

AN