Astaga! Bapak Empat Anak Rekayasa Perampokan

Pelaku ketika diamankan di Polresta Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Berdalih menghindari cicilan motor dan butuh uang untuk bayar kontrakan rumah, Rahmat (50), bapak empat anak ini merekayasa kasus penodongan serta melaporkannya ke Polresta Palembang.

Akibat perbuatannya itu, Rahmat harus menginap di balik jeruji besi Polresta Palembang. Sebab, skenario penodongan yang dibuatnya berhasil dibongkar oleh anggota Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Polresta Palembang.

Berita Sejenis

Berdasarkan data dihimpun, ulah Rahmat berawal ketika ia mendatangi Mapolresta Palembang, Kamis (8/11) pagi. Dia melapor bahwa sudah dibegal tiga orang di Tegal Binangun, Kecamatan Plaju, Palembang, Rabu (7/11) petang.

Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini menarik penumpang dari Jasdam menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan upah Rp50 ribu. Setiba di sana, Rahmat dihadang dua orang lelaki yang membawa sajam.

Karena ketakutan, Rahmat yang tinggal di Jalan Tanjung Api-api ini menyerahkan sepeda motor Honda Beat BG 4621 ACE kepada ketiga pelaku dan melapor ke Polresta Palembang.

KA SPKT Polresta Palembang Iptu Herry menerangkan, usai menerima laporan dari Rahmat, pihaknya bersama anggota Piket Reskrim dan Identifikasi Polresta Palembang mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.

“Hasil olah TKP, kita menemukan kejanggalan-kejanggalan dari keterangan Rahmat. Dimana tidak sesuai dengan keterangan warga di sekitar lokasi. Kemudian Rahmat kita interogasi ulang,” ungkap Herry memberikan keterangan.

Saat interogasi itulah, lanjutnya, Rahmat mengaku bahwa kejadian penodongan itu hanya rekasaya dan motornya telah dijualkan kepada sesesorang seharga Rp6 juta. “Saat ini sudah kita amankan dan diserahkan ke Reskrim,” cetusnya.

Sementara itu, Rahmat mengakui perbuatannya. Ia mengatakan nekat membuat laporan palsu untuk menghindari tagihan cicilan motor dari pihak leasing.

“Saya butuh uang untuk bayar kontrakan, makanya motor itu saya jual. Jadi, untuk menghindari cicilan motor, saya buat laporan palsu. Teman saya A yang menjual dan mengajari saya buat laporan palsu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, motornya dijualkan A di kawasan Jalur, Kabupaten Banyuasin, seharga Rp6 juta. “Baru tiga bulan motor itu dibayar. Saya sangat menyesal pak,” pungkasnya. (depe)

AN