Nekat! Cabuli Empat Bocah SD, Johan Nyaris Tewas Dihakimi Warga

Pekaku ketika diamankan di Polresta Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Lantaran melakukan tindak asusila terhadap anak dibawah umur. A Johan (49) nyaris tewas diamuk massa di kawasan Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan IB II Palembang, Selasa (6/11) pagi.

Bapak tiga anak ini nekat mencabuli empat pelajar sekolah dasar (SD) sekaligus dalam satu hari di tempat para korban bersekolah yang berada di seputaran lokasi penangkapan, Senin (5/11) pagi.

Berita Sejenis

AP Nyaris Diperkosa Rekan Kerja

Korban Cabul Datangi KPAID Palembang

1 daripada 10

Berdasarkan data dihimpun, tertangkapnya Johan bermula ketika salah satu korban berinisial D (6) menceritakan aksi bejat pelaku kepada orangtuanya.

Kemudian, orangtua D berkoordinasi dengan pihak guru untuk menjebak pelaku. Johan kembali datang untuk melancarkan aksinya.

Korban yang mengenali ciri-ciri pelaku memberitahu ibunya. Saat itulah pelaku diamankan dan sempat diamuk massa yang berada di lokasi kejadian.

Saat ditemui di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Johan mengakui perbuatan bejatnya. Ia mengatakan, aksi tersebut berawal ketika dia sengaja mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat korban sendirian, lanjut Johan, ia mengajaknya ke kamar mandi dan mencabulinya. “Saya cium dan pegang-pegang kemaluan dia pak,” ungkap bapak tiga anak ini ketika memberikan keterangan.

Ia menjelaskan, tiga korban lainnya tidak sempat dibawanya ke kamar mandi. “Hanya saya pangku dan elus-elus saja dadanya pak. Tidak sempat dibawa ke kamar mandi. Saya benar-benar khilaf pak,” tuturnya.

Masih dikatakannya, sebelum tertangkap dia sempat mau melakukan perbuatannya. “Tapi tidak sempat pak, saya sudah ditangkap duluan. Saya sudah lama tidah berhubungan badan dengan istri,” tegas Johan.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andy Hariyadi membenarkan pihaknya menerima penyerahan satu orang diduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Sudah kita amankan. Selanjutnya, akan kita serahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Palembang untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (depe)

AN