Sidang Perdana Fachry Albar Di Skors 2 Kali. Ada Apa Ya?

Fachry Albar. Foto/dok

Sidang perdana kasus narkoba dengan terdakwa Fachri Albar digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/5). Dalam sidang dengan agenda dakwaan itu, Fachri menerima dan tak ajukan eksepsi atau keberatan.

“Dakwaan pertama Pasal 111 ayat 1 Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Kedua pasal 112 ayat 1 Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar Nasrudin, JPU yang menbacakan dakwaan terhadap Fachri Albar.

Berita Sejenis
1 daripada 69

“Atau dakwaan kedua pasal 127 ayat 1 huruf a undang-undang no 25 tahun 2009 tentang narkotika dan kedua pasal 60 ayat 5 undang-undang RI no 5 tahun 97 tentang psikotropika,” lanjutnya.

Adi Sutrisno selaku kuasa hukum Fachri tak membantah isi dakwaan karena ingin kasus narkoba yang dialami kliennya langsung membahas bagian perkaranya.

“Kita hanya berpikir bahwa itu kan dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum memang sudah komplit jadi kita langsung saja menuju ke pokok perkara. Kalau kita mengajukan eksepsi, akan makan waktu juga,” jelas Adi Sutrisno.

Namun ada sedikit masalah sebelum sidang digelar. Sidang sempat diskors karena dua hal. Kala itu, hakim mempertanyakan rompi tahanan yang dikenakan, serta surat kuasa yang belum ditanda tangan hingga akhirnya sidang Fachri harus diskors.

“Saudara pernah ditahan?” tanya hakim, Asiadi.
“Iya sejak 14 Februari 2018,” jawab Fachri Albar.

Jawaban Fachri langsung dibantah Majelis Hakim yang saat itu sembari membaca surat dakwaan.

“Di sini tertulis saudara tidak ditahan. Sekarang tidak ditahan,” kata Asiadi.
“Sekarang saya rehabilitasi. Sejak 26 Februari 2018 sampai sekarang,” ujar Fachri.
Mendengar jawaban itu, Asiadi meminta Fachri tak usah memakai rompi tahanan.

“Minggu depan kalau nggak ditahan, nggak usah pakai pakaian itu. Saudara kan tidak ditahan. Ngapain pakai rompi itu,” lanjut hakim.

Beberapa saat kemudian, ia meminta surat kuasa dari penasehat hukum. Kali ini kembali bermasalah karena ternyata surat kuasa belum ditandantangani.

“Belum ditandan tangan. Kenapa belum ditanda tangan. Kita skor dulu. Karena tanpa itu saudara tidak bisa duduk di situ. Saudara di belakang saja dulu kita skor. Gimana mau mulainya surat kuasa belum lengkap,” tuntut Asiadi.

Setelah berapa menit. Majelis Hakim akhirnya melanjutkan persidangan. O tri

AN