Jennifer Dunn Optimis Bakal Direhabilitasi. Kok Bisa Ya?

Jennifer Dunn. Foto/dok

Tiga kali terjerat kasus narkoba, Jennifer Dunn tampak tenang-tenang saja. Bahkan ia optimis akan direhabilitasi, berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan. Inikah artinya Jennifer tidak akan mendekam di penjara untuk kesekian kalinya?

Kuasa hukum Jennifer Dunn, Pieter Ell, mengaku kliennya tak akan dipenjara jika mengikuti pernyataan dari saksi yang ditentukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam keterangannya, Jennifer dikalim sebagai seorang adiktif.

Berita Sejenis
1 daripada 4.018

“Keterangan dokter sebelumnya menjelaskan bahwa terdakwa itu dulunya pernah direhab dan masuk kategori sakit ya, adiksi, jadi ada ketergantungan. Kemudian ahli juga menjelaskan bahwa ketika seseorang dalam kategori adiksi atau ketergantungan penyalahgunaan, itu harus dikategorikan sebagai korban. Nah, kalau korban maka harus direhabilitasi,” ujar Pieter Ell di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/5).

“Oleh karena itu, dari keterangan ahli yang terdakwa ajukan kemudian dan keterangan saksi yang diajukan jaksa tadi, fakta persidangan menunjukkan bahwa, kelihatannya penasihat hukum optimis bahwa nanti putusan hakim adalah memberikan rehabilitasi dan kemungkinan dibawah pengawasan instansi yang berwenang,” sambung rekan Pieter Ell.

Berdasarkan pengakuan dokter sebagai saksi, Jennifer seharusnya menjalani 6 bulan pemeriksaan kesehatan. Namun karena kendala ekonomi, pihak keluarga hanya menyanggupi 3 bulan proses rehabilitasi.

“Dokter menerangkan bahwa ternyata dari hasil observasi dan diagnosanya, terdakwa mengalami sakit dalam kategori sidang. Sakit dalam kategori sidang itu perlu rehabilitasi setidaknya 6 bulan. Tapi kemudian oleh keluarga disepakati 3 bulan. 3 bulan itu baru berjalan 7 kali, jadi masih ada 5 kali yang belum dilakukan oleh terdakwa,” tutup rekan Pieter Ell. O tri

AN