Nyaris Tidak Pernah Masuk Starting Eleven Squad SFC, Ini Tanggapan Yogi Rahadian

Yogi Rahadian ketika berpose dengan Piala Gubernur Kaltim beberapa waktu yang lalu. Foto/dok

Palembang- Wingbek muda Sriwijaya FC Yogi Rahadian nampaknya masih harus bersabar menunggu kepercayaan sang pelatih Rahmad Darmawan, pasalnya memasuki pekan ketujuh ini, nama Yogi nyaris tak ada dalam lineup pemain SFC.

Hal ini membuat fans bertanya tanya, ada apa dengan kualitas Yogi, padahal pemain muda asal Muba ini dianggap mempunyai permainan yang apik, terlebih saat dirinya masih bersama Mitra Kukar musim lalu, nama Yogi hampir disetiap pertandingan berada di deretan starting eleven.

Dalam postingan yang beredar di salah satu akun resmi Sriwijaya FC, banyak warganet menyampaikan kekecewaannya, hal ini dipicu tidak adanya nama Yogi Rahadian yang diboyong saat laga away ke Bali.

“Mending nggak dihargai di tanah orang ketimbang tak di hargai di tanah sendiri, semangat terus kandoku Yogi Rahardian jangan patah semangat,”tulis akun ragasamudra13 diakun ig Sriwijayapedia

Hal yang sama di katakan oleh pemilik akun Debyarianyah13 “yogi hilang dari SFC, padahal di Mitra kukar jadi starting eleven terus,”tulisnya

Sementara itu ketika di konfirmasi Yogi Rahadian mengaku sangat memaklumi apa yang diharapkan fansnya terlebih lagi dirinya merupakan putra daerah Sumsel, namun sebagai seorang pemain dirinya menerima keputusan sang pelatih, baginya RD lebih tahu apa yang menjadi kebutuhan tim.

“iya ini pada rame di sosmed, ya mungkin mereka pengen liat anak asli sumsel main dipertandingan SFC, Tapi kembali lagi, saya sebagai pemain harus menjaga sportifas, kita punya pelatih yang bagus jadi semua keputusan mutlak hak milik pelatih,”ujarnya, Kamis (3/5) sore.

Namun diakui Yogi, banyaknya pemain bintang di laskar wong kito, memang menjadi motivasi sendiri baginya, apalagi diakuinya ia memiliki hasrat yang kuat untuk memperkuat SFC dan membawa SFC juara pada musim ini.

“Mungkin skrng saya belum dapat menit bermain tapi saya saya akui saya harus lebih banyak belajar, karena kita semua tahu di SFC tahun ini banyak memiliki pemain bintang, jadi wajar jika saya belum di kasih kepercayaan itu,”ucapnya

“Tapi tetap saya selalu menyimpan hasrat ingin membantu SFC tahun ini dan saya akan terus berlatih menungu waktu itu datang, agar kembali dipercaya menjadi pemain inti,”timpalnya

Sementara itu nama Yogi sendiri melambung saat bersama Mitra Kukar, kala itu dia merupakan sosok penting yang
mengantarkan timnya meraih juara pada partai final Piala Jenderal Sudirman 2016 lalu, kala itu Mitra Kukar keluar sebagai jawara setelah menundukan Semen Padang 2-1.

Tidak hanya itu jam terbang Yogi pun terbilang mumpuni, ia memulai debut pertamanya saat memperkuat Persimura U-15 dan U-18, kemudian ia menjadi salah satu kontestan yang terpilih menimba pelatihan dalam program Indonesia Football Academy (IFA), dan pernah mengikuti pelatihan bersama klub SAD Indonesia di Uruguay, hingga akhirnya Yogi bisa terbang ke Leicester untuk menimba ilmu di sana pada 2011, dan bergabung bersama Mitra Kukar selama lima tahun. (korankito.com/nisa/mbam)

AN