Selamat! Nasrun Umar Terpilih Menjadi Ketua Umum Forsesdasi 2018-2021

Foto/Ist

Sekretaris daerah seluruh Indonesia menggelar Rapat Koordinasi (Rakornas) dan Musyawarah Nasional (Munas) III Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) 2018.

Rakornas dan Munas III Forsesdasi digelar mulai 25-27 April 2018, dan di gelar dikawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Berita Sejenis
1 daripada 4.015

Acara yang turut dibuka oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri bidang Pemerintahan Suhajar Diantoro. Hadir pula Gubernur NTB TGB Zainul Majdi sebagai tuan rumah.

Sekretaris daerah provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar yang juga turut hadir diantara 34 sekda Provinsi dan 650 sekda kabupaten/kota yang diundang pada acara itu.

Foto/Ist

“Kemarin sore penyambutan di bandara Lombok dilanjut malam acara Pembukaan Rakornas Sekda se-Indonesia tentang lanjutan Reformasi Birokrasi untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (26/04).

Adapun salah satu agenda acara Munas III ini ialah memilih ketua umum Forsesdasi 2018-2021. Dan akhirnya terpilih secara aklamasi Sekda Prov.Sumsel. H Nasrun Umar, SH MM sebagai ketua umum Forum Sekretaris daerah Seluruh Indonesia untuk periode 2018-2021.

Menurut Nasrun Umar, dengan terpilihnya dirinya menjadi Ketua Umum DPP Forsesdasi Periode 2018-2021, paling tidak ada dua hal yang jadi fokus perhatiannya. Hal yang pertama adalah dia ingin membuat Sumsel bangga karena salah satu putranya bisa dipercaya memegang satu jabatan strategis walaupun itu hanya forum sekretaris daerah, tapi memiliki nilai strategis karena sekda sendiri fungsinya sangat strategis dalam fungsi pemerintahan di daerah.

Kemudian yang kedua, tugas kedepan semakin berat, begitu banyak hal-hal yang menurutnya perlu dilakukan pembenahan dalam kedudukan sekretaris daerah. Akhir-akhir ini banyak terjadi hal-hal yang menurut hematnya sebagai sekda tidak semestinya terjadi dan dilakukan oleh seorang sekda.

“Untuk diketahui bahwa jabatan sekda itu bukan jabatan politis yang mungkin bisa didapatkan dalam sesaat saja. Perlu dilalui satu jenjang, proses yang panjang, dan rata-rata untuk seorang sekda provinsi itu paling tidak butuh 25-30 tahun saya lewati. Seperti saya perlu 31 tahun. Yang artinya ada perjalanan panjang proses yang artinya mempunya nilai dan historis sejarah bagi siapapun yg menjadi sekda provinsi” jelasnya saat diwawancarai.

Oleh karena itu, melalui agenda penting ini Nasrun mengaku akan mencoba agar kepengurusan baru ini bisa mengakomodir semua permasalahan, terutama bagaimana bisa dapat memberikan suatu pelayanan kepada sekda di seluruh Indonesia untuk dapat secara nyaman terlindungi oleh aturan.

Rapat dibuka oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan, Suhajar Diantoro. Selama tiga hari, para peserta rapat diberikan arahan dan masukan terkait aturan yang baru, maupun perubahan dari peraturan yang sebelumnya. (Korankito.com/mbam)

AN