Melawan, Residivis Bajing Loncat TPA Keramasan Didor Polisi

Kapolsek Kertapati, AKP I Putu Suryawan didampingi Kanit Res Ipda Denny Irawan, ketika mengelar perkara bersama salah satu pelaku bajing loncat, Kamis (26/4)

Palembang-Tim Buru Sergap (Buser), Polsek Kertapati Palembang, pimpinan Kanitres Ipda Deny Irawan, berhasil meringkus dua tersangka Residivis bajing loncat menggunakan senjata tajam yang sering beraksi di kawasan jalan TPA Keramasan Kertapati Palembang.

Kedua tersangka yakni Firman (22), dan Jepri (21), warga jalan TPA Keramasan Kertapati Palembang. Keduanya dibekuk petugas saat sedang melakukan aksinya di tempat kejadian perkara, Sabtu (22/4) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 4.026

Petugas saat itu terpaksa menghadiahi salah satu tersangka yang diketahui bernama Jepri dengan timah panas lantaran  melawan dan hendak kabur saat ditangkap. Ketika digeledah dibalik pakaiannya ditemukan senjata tajam yang biasa digunakan kedua tersangka.

“Ya, hari ini kita Polsek Kertapati berhasil meringkus dua tersangka Residivis 365 disimpang TPA Keramasan Kertapati Palembang. Satu tersangka sudah di Polsek Kertapati, dan satu tersangka lagi bernama Jepri dilumpuhkan dengan timah panas, dan hingga sekarang masih dilakukan perawatan oleh pihak medis rumah sakit Bari Palembang,” ungkap Kapolsek Kertapati Palembang, AKP I Putu Suryawan, didampingi Kanitres Ipda Deny Irawan, saat gelar perkara di halaman Mapolsek Kertapati Palembang, Kamis (26/4) siang.

Data yang dihimpun, kedua tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama. Kedua tersangka sudah tiga kali ditangkap anggota kepolisian dengan kasus yang sama. Modus yang dilakukan kedua tersangka bermula saat melihat mobil truk yang melintas membawa bahan pokok makanan maupun elektronik lalu diikuti para tersangka menggunakan sepeda motor.

Lalu tersangka Firman yang bertugas untuk menaiki bak truk untuk mencuri barang korbannya. “Sedangkan tersangka Jepri menunggu dengan mengendarai motor dibawahnya, untuk menyambut barang yang dicuri,” urai Kapolsek.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, lanjut I Putu Suryawan, Kedua tersangka dikenakan dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. “Barang bukti yang berhasil diamankan berupa dua buah senjata tajam jenis Pisau milik tersangka,” tutupnya. (Korankito.com/mbam)

AN