Uang Hasil Jambret Untuk Usaha Orangtua

foto/depe.

Palembang- Berdalih membantu usaha orangtua, Mirza (21) pemuda yang tinggal di Jalan DI Panjaitan, Lorong Sei Gerong, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang ini nekat melancarkan aksi jambret.

Akibatnya, Mirza terpaksa mendekam di sel tahanan setelah ditangkal Unit Reskrim Polsek Plaju Palembanh ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, tepatnya Simpang Kayuagung, Kecamatan Plaju, Palembang.

Berita Sejenis

Kakak-Beradik ‘Bonyok’ Diamuk Massa

Muhammad Ali Diciduk Polisi

1 daripada 35

“Uang hasil jambret saya gunakan untuk membeli pakaian dan ada juga yang diberikan kepada ibu untuk dia membeli (modal) minyak. Dia jualan minyak eceran Pak,” katanya saat gelar perkara, Selasa (24/4/2018) siang.

Ia mengatakan, sudah sepuluh kali menjambret di seputaran Kecamatan Plaju Palembang. Semuanya dilakukan bersama rekannya berinisial BI yang masih dalam pengejaran anggota polisi.

“Saya belum pernah ditangkap polisi, baru pertama kali ini Pak. Saya benar-benar menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi. Tidak tentu hasilnya jambretan, paling besar yang saya dapatkan Rp300 ribu,” tuturnya.

Berdasarkan data dihimpun, tersangka sudah 10 kali menjambret. Terakhir korbannya Rusmawati (54) seorang guru yang tinggal di Jalan Papua Raya, Perumahan OPI, Kecamatan SU I Palembang.

Ketika itu, Rusmawati mengendarai motor melintas di Jalan Kapten Abdullah, Kecamatan Plaju Palembang. Kedua pelaku yang juga mengendarai motor memepet dan merampas tas milik korban.

Korban kehilangan dua amplop yang berisikan uang tunai sebesar Rp1 juta, ponsel dan dokumen penting lainnya. Sehingga, Rusmawati membuat laporan di Mapolsek Plaju Palembang.

Kapolsek Plaju AKP Riska Aprianti mengatakan, setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. “Tersangka ini sudah menjadi target operasi kita,” ucapnya.

Riska mengungkapkan, tersangka beringkut barang bukti berupa motor saat melancarkan aksi, pakaian yang dibeli dengan uang hasil kejahatan dan tas korban sudah diamankan untuk proses lebih lanjut.

“Kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun. Kita masih melakukan pengejaran terhadap satu tersangka yang lain yang buron. Kita imbau agar menyerahkan diri,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN