Doa Habib Se-Indonesia Kawal Sidang Ahmad Dhani

Ahmad Dhani Prasetyo Terdakwa kasus ujaran kebencian. Foto/dok

Sidang kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dhani tiba dengan santai memakai jas klasik dan blangkon, didampingi deretan kuasa hukumnya. Selain itu, doa para Habib se-Indonesia juga mengawalnya dari jauh.

Sidang kedua ini beragendakan pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan sebelumnya. Soal nota keberatan, Dhani serahkan kepada kuasa hukum.

“Saya malah nggak tahu (soal eksepsi), diserahkan ke pengacara. Modal saya nggak bersalah, saya nggak siap apa-apa. Modal saya didoakan habib seluruh Indonesia, karena 99 persen seluruh habib di Indonesia mendoakan saya,” ujar Ahmad Dhani ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (23/4).

Dhani memang merasa tak bersalah. Namun ia tak membantah menggaji admin akun media sosialnya hingga puluhan juta setiap bulan. Meski gelontorkan gaji besar, Dhani bantah tim medsosnya dibayar untuk sebar kebencian.

“Saya memang menggaji admin, untuk uploadkegiatan saya, bukan kegiatan sebar kebencian, itu berita miring. Memang saya punya admin nggak cuman satu, tapi dua sampai tiga admin. Isi sosial media saya bukan dijalankan saya sepenuhnya, sebagian admin juga ikut memposting,” ungkapnya.

Memiliki beberapa admin untuk mengelola akun pribadi, benarkah cuitan-cuitan yang dianggap bermuatan ujaran kebencian tak sepenuhnya dibuat Dhani tetapi juga ide adminnya?

“Nggak memojokkan admin, tapi satu cuitan memang inisiatif Mas Dhani untuk membuatnya, tetapi 2 cuitan lain berdasarkan keterangan saksi, itu nggak dibuat atas inisiatif Mas Dhani. Di sini jaksa harus terperici, ada peran-perannya, pihak satu dengan lain, bukan memojokkan admin, tapi tentang pembagian peran,” kata Hendarsam, kuasa hukum Dhani.

Dalam sidang tersebut, Wakil Ketua DPR-RI sekaligus politisi Gerinda, Fadli Zon, juga datang memberikan dukungan. Lantas, apa kata Fadli Zon soal kasus hukum Dhani?

“Saya niat hadir karena kasus ini menarik, kasus yang tidak ada apa-apanya, ini merupakan bagian kemerdekaan mengemukakan hak dan pendapat baik lisan maupun tulisan, dijamin konstitusi, kok masuk pengadilan, ini artinya pertaruhan demokrasi kita,” terang Fadli Zon. O tri

Berita Sejenis

HD Ajak Masyarakat Menjaga Kebersamaan

Dorong Kolaborasi Filantropi di Muba

1 daripada 4.022
AN