Sebelum Dibunuh, Rapaina Sempat Minta Difoto

foto/dhia.

Lubuklinggau- Sebelum meninggal dunia, Rapaina Wati (40), janda tiga anak yang dibunuh oleh Angga Saputra Tunggal (21) sempat meminta kepada tersangka untuk memfotonya sebanyak tiga kali.

Hal ini terungkap, setelah jajaran kepolisian Satreskrim Polres Lubuklinggau menggelar rekonstruksi di rumah korban yang berada di Jalan Patimura, Gang Ansor, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Lubuklinggau.

Berita Sejenis
1 daripada 50

Rekonstruksi yang memperagakan 21 adegan itu dihadiri langsung oleh tersangka. Sedangkan, korban diperankan oleh salah satu petugas kepolisian. Dimana berawal ketika Angga mendatangi rumah Rapaina dengan motornya.

Tersangka juga membawa nasi yang sudah dipesan oleh korban. Ia masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu bersama Rapaina yang sedang makan nasi bungkus yang dibeli tersangka.

Usai makan, korban meminta Angga untuk memfotonya sebanyak tiga kali, dengan menggunakan pakaian gamis, kebaya serta baju kaos dan bawahan rok warna hitam. Selepas itu, mereka kembali duduk berhadapan dan korban memainkan ponsel tersangka.

Saat itulah, korban menanyakan uang yang dipinjam oleh Angga, sehingga terjadilah cekcok mulut keduanya. Rapiana berdiri diikuti tersangka dan memukul leher pelaku menggunakan tangan kiri sebanyak dua kali.

Tersangka yang kesal karena dipukuli, berjalan ke belakang korban dan menikam punggung sebelah kiri dan bahu sebelah kanan. Rapaina yang berusaha memberikan perlawanan didorong Angga hingga ia terjatuh tertelentang.

Angga yang sudah gelap mata, terus mengayunkan pisaunya kearah korban secara berulang kali di bagian dada serta ketiak. Korban terus memberontak dan menjerit minta tolong, sehingga tersangka mencekiknya dan menghunuskan pisau ke leher.

Untuk memastikan apakah sudah tewas, tersangka memeriksa denyut nadi di leher Rapaina. Angga pun pergi ke dapur untuk mencuci tangan dan kabur membawa ponsel serta notebook milik korban.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar melalui Wakapolres Kompol Andi Kumara mengatakan rekonstruksi untuk menyesuaikan pengakuan Angga dengan kejadian sesungguhnya dilapangan.

“Tujuannya tak lain untuk memastikan antara pengakuan dan kejadian sama, fokus utama dilakukan dirumah Rapaina karena TKP utama dilakukan dirumah Rapaina,, sementara rumah sakit hanya sebagian” pungkasnya. Korankito.com/dhia/depe.

AN