Dikejar Korban, Jambret Acungkan Pistol Mainan

foto/depe.

Palembang- Berdalih untuk menakut-nakuti saat dikejar oleh korbannya. Dua pelaku jambret yakni Syarif (23) bersama Alex (17) warga Lorong Terusan I, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang mengacungkan pistol mainan.

Meski demikian, keduanya tetap meringkuk di sel tahanan Mapolsek Plaju setelah sepeda motor yang dikendarai mereka menabrak mobi di Jalan DI Panjaitan, tepatnya depan Giant Mall, Kecamatan SU II Palembang.

Berita Sejenis

Kakak-Beradik ‘Bonyok’ Diamuk Massa

Muhammad Ali Diciduk Polisi

1 daripada 35

“Saya yang acungkan pistol mainan, cuman mau menakuti saja Pak. Agar dia (korban) tidak lagi mengejar kami,” ujar Alex ketika gelar perkara dan barang bukti ditemui di Mapolsek Plaju Palembang, Sabtu (24/3) petang.

Rencananya ponsel korban akan dijual dan uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Syarif yang bawa motor, saya yang mengambil ponsel dia Pak. Tapi, ketika melarikan diri, motor kami menabrak dan terjatuh,” tuturnya.

Berdasarkan data dihimpun, kejadiannya berawal ketika mereka melihat korban melintas di Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Palembang. Kemudian, kedua tersangka melihat ponsel korban diletakan di boks motornya.

Ketika itulah, muncul niat keduanya untuk melancarkan aksi jambret. Mereka pun membuntuti korban hingga Jalan Kapten Abdullah, tepatnya di depan SPBU, Kecamatan Plaju, Palembang. Disanalah keduanya merampas ponsel korban.

Kapolsek Plaju AKP Riska Apriyanti menerangkan, melihat ponselnya dirampas korban mengejarnya. “Korban sempat diacungkan pistol mainan, namun motor yang digunakan pelaku menabrak kendaraan yang ada di depannya,” ujar Riska.

Kedua tersangka pun diamankan dan sempat menjadi bulan-bulanan warga yang ada di lokasi. “Anggota kita yang sedang patroli mengamankan keduanya berikut barang bukti ponsel, motor dan ponsel korban,” jelasnya.

Masih dikatakan Riska, pihaknya akan melakukan pengembangan diduga masih ada tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. “Akan kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN