Empat Paslon Cagub-Cawagub “Jualan” Program di Debat Publik

Foto: korankito.com/die

Palembang – Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar debat publik pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumsel periode 2018-2023, Rabu (14/3/2018) malam.

Dalam debat yang digelar di Ballroom Novotel Palembang tersebut, empat pasangan cagub dan cawagub saling beradu visi dan misi.

Berita Sejenis

Dimulai dari pasangan nomor urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya. Dimana Herman Deru mengatakan, saat ini Sumsel harus memerlukan perubahan di semua sektor.

“Kemiskinan di Sumsel masih tinggi yakni 13,10 persen. Angka itu lebih daripada nasional. Indeks pembangunan manusia (IPM) juga di bawah rata-rata nasional. Itu menjadi perhatian kita,” kata Herman Deru.

Selain itu, pembenahan demokrasi di Sumsel dan pemerataan pembangunan juga masuk dalam agendanya.

“Kita harus benahi semua itu. Dengan program yang sudah kami gagas, semua itu akan terwujud,” tuturnya.

Sementara itu, paslon nomor urut 2 Aswari Rifai-Irwansyah memaparkan program yang mereka sebut Sumsel baru. Salah yang digaris bawahi yakni pemerataan.

“Dari 17 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel, pembangunan saat ini hanya terfokus di satu daerah saja. Kami akan merubahnya dengan konsep pemerataan sehingga semua masyarakat dapat merasakan. Bukan hanya pembangunan, namun juga pemerataan di semua bidang,” urai Aswari.

Sedangkan paslon nomor urut 3, Ishak Mekki-Yudha Pratomo bertekad menjadikan Sumsel lebih mandiri, maju dan merata.

“Kami mulai dari keinginan untuk membuat Sumsel maju, cerdas dan mandiri. Kita ingin membuat Sumsel menjadi provinsi smart di bidang IT,” jelas Ishak.

Selain itu, pihaknya juga menjanjikan pembangunan jalan dalam satu tahun selesai.

“Banyak kerusakan jalan di Sumsel, satu tahun kami bisa tuntaskan. Sektor perkebunan dan pangan juga kita fokuskan. Salah satunya dengan mendatangkan investor untuk pengelolaan bahan baku untuk petani karet,” paparnya.

Lalu, paslon nomor urut 4 Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas juga memaparkan enam program yang mereka unggulkan. Seperti memastikan kelanjutan program sekolah gratis, berobat gratis, infrastruktur dan memantabkan sektor pertanian dan perkebunan.

“Untuk pembangunan jalan, kami memiliki program dua tahun mulus. Program kopi, karet serta optimalisasi sawah juga siap kami wujudkan. Kami juga akan menjadikan Sumsel smart hingga ke pelosok,” pungkasnya. korankito.com/die

AN