Update Status Berbau Ujaran Kebencian, Pimred Media Online Dibekuk Polisi

foto/depe.

Palembang- Fery Kurniawan (50), pimpinan redaksi salah satu media online di Sumatera Selatan (Sumsel) ini harus berurusan dengan pihak berwajib. Sebab, ia telah mengupdate beberapa status yang mengandung ujaran kebencian.

Fery dibekuk Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Palembang saat berada di kediamannya Komplek Griya Hero, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, Selasa (7/3) malam.

Berita Sejenis
1 daripada 29

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa namanya sudah dicemarkan oleh tersangka.

“Dari laporan itu kita melacaknya dan kita tangkap. Dari konten yang dibuat pelaku melalui facebook, memang ditujukan kepada orang dan kelompok tertentu,” kata Zulkarnain, Jum’at (9/3/2018).

Saat ini, lanjut Zulkarnain, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku memiliki jaringan atau hanya sendirian. “Kami masih menyelidiki apakah pelaku bekerja untuk orang lain atau tidak. Tapi dia mengaku tidak ada yang menyuruhnya. Itu masalah pribadinya dengan kelompok tersebut,” tuturnya.

Dimana diketahui, awalnya pelaku dongkol dengan kelompok tersebut lantaran pelaku tak diizinkan mengikuti suatu acara. Buntut dari kejadian itulah pelaku lantas membuat konten yang berbau ujaran kebencian tersebut.

“Kita amankan juga barang bukti berupa dua unit ponsel, laptop, charger, dan screenshoot konten yang diunggah pelaku ke akun facebooknya,” terangnya.

“Pelaku juga dijerat Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 (b)1 UU No 40 Tahun 2006 dengan hukuman enam tahun penjara,” tegasnya.

Zulkarnain mengimbau, masyarakat tidak mudah membuat konten yang berbau ujaran kebencian. “Himbauan ini selalu kita lakukan baik secara langsung ataupun melalui media sosial. Selain itu, kita juga melakukan penegakan hukum bagi para pelaku. Sebab, ujaran kebencian dapat menyebabkan konflik di masyarakat,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN