Roy Marten Bangkrut Karena Narkoba. Ini Kisahnya

Roy Marten. Foto/dok

Ingatan Roy Marten 11 tahun lalu kembali muncul di benaknya. Saat ia aktif konsumsi narkoba, Roy tak hanya alami kerugian fisik, tapi juga materi. Betapa tidak, kala itu Roy harus keluarkan uang Rp 150 juta per bulan untuk membeli sabu.

Ratusan juta setiap bulan, bisa dihitung berapa banyaknya uang yang dikeluarkan Roy selama setahun. Dari situlah, Roy yang kini sudah bersih mengaku alami kerugian luar biasa.

“Kalau saya pada saat itu satu bulan kurang lebih 150 juta rupiah setiap bulan, sabu. Besar-besar, yang bikin bangkrut ya itu. Bertahun-tahun (konsumsi narkoba saat itu),” ujar Roy saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (6/3).

Tapi setelah beberapa tahun bebas dari narkoba, kehidupan Roy jauh lebih enak. Bahkan, ia juga terlihat masih aktif di dunia hiburan walaupun usianya sudah 60 tahun lebih.

“Hidup jauh lebih enak jauh dari narkoba,” ucap kakek Gempita Nora Marten itu.

Bisa hidup tenang pasca bebas dari penjara, Roy punya kuncinya. Sekaligus untuk para junior yang aktif konsumsi narkoba, berikut Roy berikan tips jauhi barang haram tersebut.

“Tidak mudah keluar dari jeratan narkoba, tidak mudah. Pertama, adanya kemauan yang keras bahwa saya mau berhenti pakai narkoba. Kedua, ketika kita berhenti, jangan berkumpul dengan orang-orang yang menggunakan narkoba. Ketiga, jangan bawa uang berlebihan sehingga tidak mampu membeli narkoba,” kata Roy.

“Kalau kita pakai terus menerus biasanya menjadi gila, paranoid, jadi dalam kesempatan ini buat junior-junior ku, nggak ada jalan lain selain stop berhenti memakai narkoba. Karena kalau nggak hari ini, pasti besok, atau minggu depan, atau kapan pun pasti ketangkap, pasti. Sebelum ketangkap, stop hari ini, tidak mudah tapi bisa kita lakukan,” pesan Roy. (korankito.com/O tri/mbam)

AN