Mau Tahu? Ini Sosok Penting di Balik Kesuksesan SFC

Foto: korankito.com/Nisa

Palembang – Sriwijaya FC (SFC) memulai kompetisi dengan torehan prestasi gemilang.

Dimulai dengan laga pra musim Piala Presiden 2018 lalu, SFC kembali menunjukkan DNA juaranya. Meskipun saat gagal melaju sebagai juara, namun Laskar Wong Kito berhasil menghuni posisi ketiga setelah mengalahkan PSMS Medan.

Berita Sejenis
1 daripada 188

Tren positif perlahan-lahan mulai mananjak. Dimana ketika Piala Gubernur Kaltim (PGK), tim yang bermarkas di Jakabaring Palembang tersebut sukses naik podium sebagai jawara baru PGK, setelah mengalahkan Arema FC 3-2 pada laga final yang digelar di Stadion Palaran Samarinda, Minggu (4/3) malam.

Dibalik keberhasilan SFC, tentu ada sosok penting yang sangat berperan. Dian adalah sang manajer Ucok Hidayat.

Meski baru 4 bulan mendampingi SFC, namun Ucok secara menargetkan juara pada musim 2018 ini. Hal itu awalnya direalisasikan dengan mendatangkan pelatih bertangan dingin yakni Rahmad “RD” Darmawan. Lalu, Ucok bersama manajemennya memboyong sejumlah pemain berkualitas seperti Manuchehr Dzhalilov, Mohammadou Ndiaye, Makan Konate, serta beberapa pemain berkelas lainnya. Tak tanggung-tanggung, manajemen SFC disebut-sebut harus merogoh kocek lebih dari Rp20 miliar untuk membuat “The Dream Team”.

Selain itu, pembenahan serius pada musim ini, baik dari komposisi pemain dengan melakukan perombakan skuat hingga 80 persen hingga penyempurnaan pengelolaan tim.

Hasilnya, tren positif pun mulai memayungi pergerakan Laskar Wong Kito yang memulai latihan perdana dengan skuat baru pada 4 Desember 2017 lalu, atau lebih awal dibandingkan klub-klub lain di Tanah Air.

“Saya dari awal sudah berkomitmen. Jadi saya jalankan bagaimana pun berat dan resikonya,” kata Ucok Hidayat yang diwawancarai dari Palembang menjawab anggapan bahwa sejatinya dirinya yang berandil besar dalam membawa Sriwijaya FC ke track juara lagi.

Menurut Ucok, dalam sepak bola tidak bisa hanya terpaku pada hal-hal yang terjadi di lapangan saja. Sebab, faktor non teknis sangat berpengaruh besar, seperti menu latihan, istirahat, dan gizi pemain.

“Bukan hanya itu saja, situasi dan kondisi tim ini juga harus dijaga tetap kondusif, tetap semangat terutama di saat tim habis menelan kekalahan. Itu sebenarnya inti yang harus saya kerjakan sebagai manajer. Artinya, jika mau menang, saya harus total mendampingi tim ini, walaupun sebenarnya saya juga banyak kesibukan pekerjaan sebagai birokrat,” kata Ucok.

Terlepas dari berbagai suka maupun duka yang dialaminya selama mendampingi tim sejak menggantikan manajer sebelumnya Narsun Umar pada September 2017 lalu, Ucok pada dasarnya cukup menikmati pekerjaannya sebagai manajer tim.

Pria yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan ini bersedia bolak-balik Palembang-Balikpapan dalam mendampingi tim selama mengikuti Turnamen Piala Gubernur Kaltim.

“Apa yang saya lakukan ini sebenarnya bukan untuk saya secara pribadi, tapi sebenarnya untuk rakyat Sumsel juga. Jika Sriwijaya bisa juara, semua tentunya bangga,” ujar Ucok.

Sriwijaya FC mengalami masa paceklik prestasi sejak tiga tahun terakhir. Bahkan satu yang diingat hanya sebatas juara kedua Piala Presiden 2015 lalu. korankito.com/Nisa