PGK Tercoreng, Dua Oknum Panpel Diduga Pukul Marcho Sandy

Foto: Korankito/Nisa

Samarinda – Pertandingan antara Sriwijaya FC dan Borneo FC dalam laga semifinal Piala Gubernur Kaltim (PGK) di Stadion Palaran, Samarinda, Jumat (2/3) malam, rupanya diwarnai kejadian tak mengenakan.

Dimana, bek sayap Sriwijaya FC Marcho Sandy Maraudje menjadi korban penyerangan yang diduga dilakukan oleh oknum panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

Berita Sejenis
1 daripada 188

Aksi penyerangan terhadap Marcho terjadi di lorong menuju ruang ganti usai dirinya mendapat kartu merah dari wasit lantaran berseteru dengan salah satu pemain Borneo FC. Akibat insiden itu, Marcho mengalami luka lebam di pelipis kirinya.

Mengetahui adanya insiden itu membuat Pelatih Rahmad Darmawan dan jajaran manajemen Sriwijaya FC berang. Bahkan diketahui, laga tersebut sempat terhenti karena manajemen Sriwijaya FC menuntut oknum panpel untuk dihadirkan dan memohon maaf.

Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat mengutuk keras aksi ini. Ucok meminta pihak berwajib untuk tetap mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Marco dipukul 2 orang dan disaksikan tiga orang official SFC. Saat itu tidak ada petugas keamanan berseragam di lokasi,” jelasnya.

Terkait sikapnya yang sempat meminta pertandingan dihentikan, Ucok mengatakan hal ini untuk memberikan perlindungan bagi Alberto Goncalves dkk.

“Jika tidak ada sikap tegas dari panpel, maka siapa yang bisa menjamin keamanan pemain SFC. Apalagi hal ini terjadi di area teknis yang notabene tidak sembarang orang bisa berada disana,” keluhnya.

Negosiasi pun berjalan cukup alot dan pengawas pertandingan Arif Bulqini bersama sejumlah unsur Muspida seperti Kapolres Samarinda dan Danrem menemui langsung manajemen SFC.

“Kita putuskan tetap bermain karena menghormati bapak Gubernur Kaltim selaku pihak penyelenggara, namun tentu proses pengusutan jalan terus,” pungkasnya. korankito.com/nisa

AN