Tiga Kilogram Sabu Berkemasan Teh Diamankan BNN Sumsel

Foto/depe.

Palembang- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat tiga kilogram yang berbungkus kemasa teh dari Kota Medan.

Selain mengamankan sabu, aparat BNNP Sumsel juga mengamankan satu orang tersangka yang diduga kurir barang haram itu. Dia adalah CS (28) yang tinggal di kawasan Kertapati Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 67

Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol John Turman Panjaitan didampingi Kabid Pemberantasan AKBP Agung Sugiono mengatakan pelaku ditangkap bermula informasi masyarakat terkait pengiriman sabu dalam jumlah besar.

Menindaklanjuti itu, pihaknya pun melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan CS usai bertransaksi di Jalan Palembang-Betung, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Jum’at (23/2) petang.

“Tersangka ditangkap setelah kita lakukan pengintaian selama kurang lebih empat jam. Dari tangannya kita amankan tiga paket besar sabu dengan berat tiga kilo,” ujarnya saat gelar perkara dan barang bukti, Sabtu (24/2) siang.

Ia menerangkan, sabu itu ditemukan dari dalam jok sepeda motor yang digunakan tersangka. “Dia merupakan kurir atau yang menyambut sabu itu. Dia diperintahkan seseorang bandar AB untuk mengambil sabu itu,” jelasnya.

John mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka sudah dua bulan terakhir terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Dimana beberapa waktu lalu tersangka juga sempat melakoni aksi yang sama.

“Pengakuannya baru dua kali. Tapi masih akan kita kembangkan. Termasuk melakukan pengejaran terhadap bandarnya berinisial AB tersebut. Saat ini lagi marak peredaran narkoba menggunakan kemasan teh. Itu bagian modus mereka,” ungkapnya.

Masih dikatakan John, semua narkoba yang masuk memang berasal dari luar Indonesia,” bebernya.”Akan kita jerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tuturnya.

Sedangakan tersangka CS mengaku, sabu itu rencananya dibawa ke kawasan 8 Ulu, Palembang. “Sudah dua kali. Semuanya disuruh AB. Kalau upah untuk transaksi ini saya belum dikasih. Transaksi sebelumnya hanya 500gram dan saya diberi upah Rp10 juta,” pungkasnya. Korankito.com/depe.