Tiga Tahun Buron, Begal Sadis Sembunyi di Bogor

foto/cr2.

Palembang- Tiga tahun menjadi buronan polisi. Teja Maulana (26), begal sadis yang tinggal di Jalan DI Panjaitan, Gang Gaya Baru, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju diringkus Unit Reskrim Polsek SU I Palembang.

Teja diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Cikampak Raya, Desa Cibening, Kecamatan Amijahan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Minggu (18/2) sekitar pukul 22.00.

Berita Sejenis
1 daripada 49

Tersangka terlibat aksi pembegalan yang mengakibatkan M Rizky (17) meninggal dunia di lokasi kejadian Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Terusan Laut, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, 2015 lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal ketika Rizky hendak pulang ke rumahnya di kawasan Lorong Jeruk, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan SU I Palembang, sekitar pukul 20.00.

Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), korban dipanggil oleh tersangka Teja. Tanpa menaruh curiga, Riski mendekati tersangka yang sudah menunggu bersama dua rekannya Aditya sudah ditangkap dan JF masih buron.

Korban yang mendekat, langsung dihujani senjata tajam (sajam) oleh tersangka Teja ke bagain lehernya, sementara kedu tangannya dipegang oleh Adit. Merasa terancam, Riski mencoba untuk melarikan diri.

Ketika berupaya kabur, korban dikejar oleh JF yang langsung menikam belikat sebelah kiri, hingga membuat korban tersungkur bersimbah darah. Selanjutnya, kawanan pelaku kabur membawa motor Satria FU milik korban.

Oleh warga, Riski sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI. Namun, karena luka tusuk di bagian leher sebelah kiri dan belikat kiri, nyawa korban tidak tertolongkan lagi.

Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika Hidayat melalui Kanit Reskrim Ipda Alkap menerangkan tertangkapnya pelaku berawal ketika pihaknya mendapati tempat persembunyian TJ.

“Tersangka TJ kita tangkap setelah keberadaannya kita ketahui. Kita langsung berangkat ke Bogor Jawar Barat. Alhasil tersangka pun berhasil diamankan saat sedang bekerja,” katanya saat gelar perkara di halaman Mapolsek SU I Palembang. Selasa (20/2) siang.

Pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Satria FU BG 2052 AAN, baju yang berlumuran darah milik  korban dan satu  bilah senjata tajam jenis pisau badik milik tersangka dari tersangka AD.

“Kita akan melakukan pengejaran terhadap JF yang saat ini masih DPO, dan kita juga tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas apabila DPO ini nantinya melakukan perlawanan,” tegasnya.

Saat ini tersangka, sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolsek SU I Palembang. “Atas ulahnya tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun pidana,” ungkapnya.

Sementara tersangka Teja, saat ditemuin di Mapolsek SU I Palembang mengakui perbuatannya yang telah menusuk korbannya. “Ya Pak, awalnya saya panggil dia, karena dia melawan langsung saya tusuk lehernya,” katanya.

Diakuinya, setelah korabn terjatuh bersimbah darah, ia langsung membawa kabur sepeda motor milikk korban. “Saya ambil motor, dan yang jual motor Aditya Pak, saya hanya mendapat uang Rp 500 ribu,” ujarnya.

Saat ditanya kemana uang hasil dirinya mendapatakn bagian, Teja mengatakan uangnya habis untuk ongkosnya berangkat ke Bogor. “Uangnya digunakan untuk ongkos pergi ke Bogor. dan disana saya bekerja sebagai security sudah tiga tahun,” pungkasnya. Korankito.com/cr2/depe.