Pengaruh Miras, Dua Sahabat Habisi Nyawa Feri

foto/cr2.

Palembang- Berdalih pengaruh minuman keras, Ferdiansyah (30) dan Gabak (30) menghabisi nyawa rekannya yakni Feri Agustina (27) warga Jalan Sido Ing Lautan, Lorong Pancasila, Kecamatan Gandus Palembang.

Akibat perbuatannya, kedua pria yang tinggal di Jalan Depaten Baru, Kelurahan 28 Ilir, Kecamatan IB II Palembang ini meringkuk di sel tahanan. Mereka ditangkap Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang di kediaman masing-masing.

Berita Sejenis
1 daripada 72

Ketika ditemui di ruang piket Satreskrim Polresta Palembang. Tersangka Ferdiansyah mengaku awalnya tidak berniat untuk membunuh korban. “Kami khila menusuk dia. Karena waktu itu kami sedang kondisi tidak sadar pengaruh miras,” ujarnya, Selasa (13/2) siang.

Ia mengatakan, nekat menikam korban karena kesal dituduh oleh Feri mempunyai utang. “Padahal tidak ada, kami tusuk dia dan banyak keluar darah. Dia meninggal dunia, kami tidak berniat membunuhnya. Saya minta maaf kepada keluarga korban,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun. Peristiwa nahas yang dialami Feri, terjadi di Jalan Tengkuruk, tepatnya depan Blok A, Kecamatan IT I Palembang, Sabtu (10/2) sekitar pukul pukul 00.00. Ketika itu, korban sedang berada di dalam becak bersama orangtuanya Amanci Ujang.

Saat dalam perjalanan, korban dipanggil oleh kedua tersangka dan terjadilah cekcok mulut. Tak hanya sekedar pertengkaran biasa, kedua pelaku yang membawa pisau langsung menghunuskan di dada dan belakang, hingga membuat korban terkapar bersimbah darah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas Iptu Syamsul membenarkan pihaknya sudah menangkap kedua pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Iya, benar kita sudah mengamankan dua pelaku berinisial F dan G. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap korban atas nama Feri yang mengakibatkan meninggal dunia. Kita tangkap di kediaman masing-masing,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari adanya laporan orangtua korban. “Kedua tersangka akan kita jerat dengan Pasal 170 KUHP 351 KUHP dengan ancaman kurungan di atas sembilan tahun penjara,” pungkasnya. Korankito.com/cr2/depe.

AN