Tak Ada Kepastian, Puluhan Jamaah Abu Tours Pilih Lapor Polisi

Para korban Abu Tours saat membuat laporan di Polda Sumsel. Foto/cr3.

Palembang- Merasa tidak ada kepastian kapan akan diberangkatkan umroh. Puluhan Jamaah Abu Tours cabang Palembang menggeruduk Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (12/2) sekitar pukul 11.00.

Kedatangan puluhan jamaah ini untuk melaporkan dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh Muhammad Hamzah Mamba Dirut PT Amanah Bersama Ummat yang menaungi biro perjalanan umroh Abu Tours.

Berita Sejenis
1 daripada 26

Dari sekian banyak yang hadir di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Hanya 21 orang yang diterima laporannya lantaran telah lengkap berkas, sisanya diminta untuk melengkapi berkas barang bukti agar dapat diterima laporannya.

Salah satu calon jamaah umroh Muklis (54) mengatakan terpaksa membawa permasalahan ini ke ranah hukum, lantaran tidak ada kejelasan kapan akan diberangkatkan ke tanah suci oleh pihak Abu Tours. Menurutnya, ia dijanjikan berangkat umroh pada 18 Januari kemarin.

“Janjinya berangkat 18 Januari, tapi sampai sekarang tidak kunjung berangkat. Bahkan, pihak Abu Tours sendiri tidak bisa menjelaskan terkait penundaan ini. Kalau memang tidak bisa berangkat, kami harap uang kamu dikembalikan,” ujarnya.

Para korban saat melengkapi berkas laporan. foto/cr3.

Kendati demikian, ia berharap pihak Abu Tours dapat memberangkatkannya ke tanah suci.“Demi pergi ke sana (Tanah Suci), saya menabung terus selama hampir enam tahun. Saya pergi dengan istri dan sudah setorkan dana Rp52 juta,” katanya.

Di sisi lain, Junaidi mengaku ia tidak bisa tinggal diam menunggu kepastian dari Abu Tours. Ia mengaku, sudah menghubungi kantor pusat di Makasar menanyakan nasibnya. Namun, pihak Abu Tours malah minta uang sebesar Rp15 juta.  

“Jelas saya keberatan ini sudah menyalahi ketentuan di awal. Kami sudah menyetor dan memenuhi syarat umroh. Kalau harus menambah biaya, lebih baik dikembalikan uangnya. Makanya kami melapor ke Polda Sumsel,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, 21 pelapor itu melaporkan Dirut PT Amanah Bersama Ummat atas tuduhan melanggar Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan dan 372 KUHP Tentang Penggelapan. Untuk kerugian sendiri ditaksirka Rp799 juta

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, masyarakat di Sumsel cukup banyak yang menjadi korban biro perjalanan umroh yang menawarkan biaya murah. Para jemaah yang melapor ini sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti sebagai penanganan tindak pidana penipuan.

“Akan kami selidiki dan proses sebagaimana penegakan hukum. Ranahnya tindak pidana penipuan. Pihak Abu Tour harus bertanggungjawab, memberangkatkan atau mengembalikan uang mereka,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian di Makasar lantaran bos Abu Tours ada di sana. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Kemenag setempat guna melangkapi penyidikan ini. Kami akan menanyakan terkait izin operasional Abu Tour ini,” sambungnya.

Kemudian, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera membuat garis polisi line di kantor Abu Tours dan memeriksa kepala cabang yang ada di Palembang. Ia meminta kepada jemaah untuk harap tetap tenang, dan tidak bertindak anarkis atas kasus tersebut.

“Jangan main hakim sendiri. Merusak kantornya tidak akan menyelesaikan masalah. Ini kan baru dilaporkan, jadi akan kita dalami kembali kasusnya,  Kami berharap jemaah dapat bersabar, biarkan saja nanti kepolisian memprosesnya,” tegas jendral bintang dua tersebut. Korankito.com/cr3/depe.