Enam Diduga Pemalak Ojol dan Taksol Depan Stasiun Digelandang Polisi

Foto/Depe.

Palembang- Jajaran kepolisian Polsek Kertapati Palembang menggelar razia preman sebagai tindak lanjut pengaduan masyarakat terkait aksi pemalakan terhadap sopir taksi online (taksol) dan ojek online (ojol) di depan stasiun Kertapati.

Hasil dari razia yang digelar selama dua jam di depan Stasiun Kereta Api Kertapati, Kecamatan Kertaoati, Palembang Kamis (8/2) sekitar pukul 15.00 itu, polisi mengamankan enam orang lelaki yang diduga pemalak dan preman.

Berita Sejenis
1 daripada 6

“Kita menindaklanjuti pengaduan masyarakat, terutama sopir, pengemudi taksi online maupun ojek online yang resah dengan aktivitas pemalakan di lokasi,” kata Kapolsek Kertapati Palembang AKP I Putu Suryawan, Jum’at (9/2) pagi.

Modus operandi yang digunakan pemalak ini, dengan cara menghentikan kendaraan dan meminta sejumlah uang. “Mereka minta uang sebesar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu. Uang yang mereka dapat sehari bervariasi,” tuturnya.

Selain para pelaku, pihaknya juga mengamankan uang kurang lebih Rp100 ribu yang diduga hasil pemalakan. “Setelah kita amankan ini, mereka akan didata dan buat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Suryawan.

Sementara itu, Zainal salah satu terduga membantah disebut pemalak. Ia mengatakan disana dirinya sebagai juru parkir. “Kami penjaga parkir, bukan pemalak Pak. Sehari kadang dapat uang Rp14 ribu,” tutupnya. Korankito.com/depe.

AN