Todong Polisi, Yani Menginap di Hotel Prodeo

foto/depePalembang- Yani Paslah (40) terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang. Lantaran menodong Jimmy Wijaya (37) anggota polisi Polda Sumsel yang melakukan penyamaran menjadi pembeli narkoba kepada kedua tersangka.

Sebelumnya, tersangka digelandang anggota kepolisian ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Sabtu (3/2) sekitar pukul 17.00, berikut barang bukti berupa sebilah senjata tajam (sajam) jenis pisau.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya terjadi Sabtu (3/2) sekitar pukul 14.00. Dimana ketika itu, seorang petugas kepolisian Polda Sumsel menyamar sebagai pembeli dan memesan narkoba kepada tersangka.

Setelah bertemu di tempat yang telah dijanjikan, ternyata barang yang dipesan oleh anggota polisi itu ternyata tidak ada. Sehingga Jimmy pun meninggalkan kedua tersangka dengan mengendarai sepeda motornya. 

Berita Sejenis
1 daripada 29

Hanya saja pelaku dan rekamannya mengejar korban menggunakan motor, hingga berhasil dihentikan di simpang empat lampu merah Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan IT II Palembang. Tersangka menodongkan pisau ke arah korban seraya meminta uang.

Melihat hal itu, polisi langsung membekuk tersangka dan menggelandangnya ke Mapolresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara rekannya MN berhasil melarikan diri.

Saat ditemui di Mapolresta Palembang, Yani mengakuinya. Ia mengatakan awalnya ia hanya menemani rekannya bertemu dengan korban yang akan membeli narkoba di tempat kejadian perkara (TKP). Hanya saja, MN meminta uang terlebih dahulu.

 “MN minta uang dulu, tapi tidak dikasih Pak. Jadi pas polisi itu pergi, MN mengejarnya dan melintangkan motor. Lalu minta uang capek kepada polisi, tapi polisi itu keluarkan pistol dan menembak keatas. MN lari, saya ditangkap,” tutupnya. Korankito.com/depe.

AN