Taksol dan Taksi Bandara Kembali Bersitegang

Polisi lepas tembakan ke atas

foto/depe.

Palembang- Sopir taksi online (taksol) dan taksi konvensional bandara kembali bersitegang, Jum’at (2/2) siang. Hal itu dipicu adanya kendaraan taksol yakni Ardiansyah alias Rian (36) dirusak oleh oknum diduga sopir konvensional bandara.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal ketika Rian mengantarkan penumpang ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Saat hendak pulang, dirinya sempat berhenti sejenak untuk mematikan aplikasinya.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Hanya saja ketika berhenti itu, dirinya dikerumuni oleh sekelompok massa yang diduga sopir taksi bandara. Massa langsung mencecar berbagai pertanyaan terhadap Rian dan memukuli kendaraanya, hingga mengalami penyok.

Beruntung ketika itu, Rian berhasil keluar dari bandara dan menuju ke Polsek Sukarami untuk menyelamatkan diri. Ia pun melaporkan peristiwa yang dialaminya ke grup sosial media sesama sopir taksol yang diikutinya.

Kabar itu, membuat ratusan sopir taksol menggeruduk akses masuk bandara untuk melakukan aksi solidaritas. Tak ayal dalam hitungan jam, kurang lebih 300 sopir taksol memadati pinggiran jalan.

Aksi yang mulanya berjalan dengan tertib itu berubah menjadi anarkis saat taksi konvensional keluar dari bandara untuk mengantarkan penumpang. Massa dari taksol yang tersulut emosi melakukan pengrusakan terhadap mobil tersebut.

Polisi yang melakukan pengamanan di lokasi, sempat kewalahan meredam emosi massa. Sehingga harus melepaskan tembakan peringatan ke atas, sedikit ada tujuh kali tembakan yang diletuskan dari tiga anggota polisi.

Wakapolres Palembang AKBP Prasetyo yang memimpin langsung pengamanan di lokasi berdialog dengan kedua belah pihak usai insiden pengrusakan yang dilakukan sopir taksol terhadap kendaraan taksi konvensional bandara.

Prasetyo meminta kepada sopir taksol untuk tidak main hakim sendiri. “Janganlah main hakim sendiri, kalian tidak menghargai kami disini. Kalau kalian mau menyampaikan aspirasi silahkan, akan kami fasilitasi. Tapi tidak anarkis,” ujarnya.

Usai dialog itu, pihak kepolisian menggiring seorang diduga provokator dan sopir taksi bandara yang menjadi korban pengrusakan, serta diduga pelaku pengrusakan mobil Rian ke Mapolsek Sukarami Palembang untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, Assisten Manager Ops Airport Security Bandara SMB II Palembang Mira Ginting mengatakan pihaknya sebagai pemegang otoritas bandara, TNI AU sebagai pengamanan bandara serta taksi bandara sudah melakukan rapat.

Dirinya secara tegas mengatakan tidak bisa memediasi pihak taksol dan taksi bandar lantaran bukan urusan kebandaraan yang ditangani Angkasa Pura II. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk menanganinya.

“Kami mohon kepada Pemda setempat dalam hal ini Dishub dan pihak kepolisian untuk memediasi mereka. Karena kami tidak memiliki kewenangan memediasi hal diluar dari kebandaraan,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Ia menerangkan, taksol diperbolehkan masuk hanya mengantar penumpang, bukan untuk menjemput. Apabila diluar hal tersebut terjadi hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan membawa permasalahan itu ke ranah hukum.

“Pengakuan sopir tadi, dia mengantar penumpang dan dianiaya. Itu kami tegaskan, akan membawanya ke pihak kepolisian untuk mendapatkan ganjaran. Tapi, apabila taksi online mengambil penumpang, kami akan tindak tegas karena melanggar otoritas bandara,” pungkasnya. Korankito.com/depe.

AN