Soal Kasatlantas Bongkar Tenda Hajatan, Ini Tanggapan Kapolres Linggau

foto/dhia

Lubuklinggau – Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar menanggapi viralnya aksi Kasatlantas di media sosial (Medsos) yang membongkar panggung hajatan penyebab kemacetan di Jalan Garuda, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, sepekan lalu.

“Jalan umum itu adalah fasilitas milik bersama,” kata Sunandar, Jum’at (2/1).

Berita Sejenis
1 daripada 4.026

Menurutnya, jika jalan umum memang digunakan untuk hal-hal yang sifatnya kepentingan pribadi seperti kegiatan hajatan, maka itu ada mekanisme atau aturan. Seperti mengenai perizinan lewat RT, Kelurahan, Kecamatan, Polsek dan terakir ke Polres Lubuklinggau. Tujuannya agar dapat dicarikan solusi jika akses jalan dipakai, maka dicari alternatif jalur akses jalan lainnya.

“Dan kemarin itu jalan umum, merupakan fasilitas milik bersama, sifatnya bukan milik kepenetingan pribadi,” tegasnya.

Kemudian, persoalan pembongkaran panggung yang dilakukan Kasatlantas bersama sejumlah anggotanya dilapangan sepekan lalu, itu dikarenakan pihak keluarga selaku penyelenggara hajatan melakukan penutupan jalan lantaran memasang panggung.

“Itupun masih lama waktunya, tiga hari sebelum hajatan dia sudah pasang. Sementara seluruh jalan dia pakai,” bebernya.

Sunandar meminta masyarakat dengan adanya langkah tegas yang diambil anggotanya dilapangan untuk lebih bijak disaat akan melaksanakan kegiatan hajatan agar mendahulukan kepentingan umum. Dan jangan mementingkan kepentingan pribadi.

“Apa yang diakukan oleh Kasatlantas itu adalah tindakan diskresi yang dia lakukan,” ujarnya.

Kata Sunandar, Kasatlantas pada saat itu dilapangan melihat langsung bahwa ada kepentingan umum dan itu harus diprioritaskan. Dan diakui dirinya bahwa memang dalam video viral itu ada kalimat-kaliman yang tidak sewajarnya, kurang tepat disampaikan Kasatlantas.

“Tapi saya kira itu ekspresi sesaat saja. Karena bagaimanapun dengan kondisi seperti itu, jalan macet sepanjang itu, karena disebabkan adanya tenda, panggung yang sudah dipasang jauh-jauh hari,” kata Sunandar.

Lebih lanjut, aksi yang dilakukan Kasatlantas merupakan bentuk ekspresi spontanitas. Dan dia (Kastalantas) kecewa dengan perilaku masyarakat yang tidak memperhatikan kepentingan umum dilokasi tersebut.

“Saya kira aturan sudah ada, bagaimana prosedur tentang penggunaan jalan umum. Tolong lakukan itu, diurus perizinannya seperti tadi yang saya sampaikan,” terangnya.

Dengan hal itu, maka pihaknya bisa mencari solusi dan alternatif. Dan pihaknya tidak melarang penggunaan jalan. Namun dengan hal itu, tentu pula harus memprioritaskan kepentingan masyarakat yang lebih besar yakni pengguna jalan. Dan kejadian sepekan yang lalu harus dijadikan pelajaran agar masyarakat mematuhi seluruh aturan, ketentuan serta lain sebagainya.

“Wajar Kasatlantas mengambil diskresi. Walaupun memang ada ucapan yang perlu kita koreksi kedepannya,” jelas Sunandar.

Dan pihaknya memohon maaf atas kejadian itu jika ada menimbulkan ketersinggungan dari beberapa pihak. Namun apa yang dilakukan Kasatlantas Polres Lubuklinggau merupakan bentuk ekspresi, sifatnya sangat spontan.

“Saya kira itu suatu ekprsei yang sifatnya sangat spontan,” pungkasnya. korankito.com/dhia

AN