Diduga Kurir Sabu, Pecatan TNI AL Diringkus Polda Sumsel

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat mengintrogasi pecatan TNI AL. foto/cr3.

Palembang- Jajaran Ditresnarkoba Polda Sumsel berhasil mengamankan satu kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang berasal dari Provinsi Aceh. Selain narkoba, polisi juga menangkap tiga orang yang diduga merupakan pemilik barang haram tersebut.

Dari tiga orang yang ditangkap, salah satu tersangka yakni Irwanto alias Iwan (45) merupakan pecatan oknum TNI Angkatan Laut (AL). Sementara dua temannya yaitu Razali alias Ali (49), warga Desa Bandrong, Kabupaten Aceh Timur dan Alexander (22), warga Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Berita Sejenis
1 daripada 72

Saat ditangkap ketiga tersangka sedang berada kamar hotel berbintang yang terletak di kawasan Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sabtu (20/1) sekitar pukul 21.00.

Hanya saja, saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Selasa (31/1) sekitar pukul 09.00, tersangka Irwanto membantah dirinya sudah dipecat sebagai anggota TNI. Hanya saja, ia mengakui pernah mengikuti sidang disiplin kasus perjudian.

“Sejauh ini saya belum dipecat, memang pernah jalani sidang militer kasus perjudian. Artinya saya masih anggota TNI aktif. Dan, tidak semestinya diperiksa oleh polisi, apalagi saya ini perwira,” ujar pria yang tinggal di Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang ini.

Ia mengaku tak mengetahui asal usul narkoba yang ditemukan polisi di kamar hotel tempatnya menginap.”Saya sudah menunjuk kuasa hukum, karena saya tidak tahu kalau paket yang saya terima itu adalah narkoba. Dan sepenuhnya juga saya serahkan ke kesatuan saya agar diperiksa di Polisi Militer,” katanya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, penangkapan ketiga tersangka bermula dari informasi masyarakat terkait penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. “Kita selidiki dan lakukan penggerebekan. Dari kamar hotel kita temukan sabu seberat satu kilogram,” tuturnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap tiga tersangka tersebut. Sebab, dugaan sementara ketiganya masuk dalam jaringan pengedar narkoba antar provinsi. “Masih kita dalami. Tapi yang pasti barang bukti ini berasal dari Aceh yang dibawa melalui jalur darat,” paparnya.

Ditanya Iwanto merupakan pecatan TNI AL, Kapolda membenarkannya.”Memang demikian (pecatan). Kami sudah koordinasi dengan satuannya. Secara administratif sudah keluar keputusannya dipecat, itu dipastikan langsung oleh Danlanal. Sebab itu, kasus bersangkutan (Irwanto) kita yang tangani,” tuturnya.

Selain itu, Polda Sumsel mengamankan tujuh penyalahguna narkoba lainnya. Merea adalah M Yusuf (47) warga Kecamatan Gandus, Septiadi Aditia (28) warga Plaju, Miftahul Jannah (27) warga Kecamatan Cipayung Jakarta, Yenni Nursanti (43) warga Tanjung Pinang, dan Anggiat Samosir (38) warga Batam. Ety Minarni (24) warga Kecamatan Sako dan Andi Lala (58) warga Kecamatan Bukit Kecil.

“Jadi dalam kurun waktu satu bulan ini kita berhasil ungkap tujuh kasus narkoba dengan tersangka 11 orang, satu diantaranya masih buron. Total barang bukti yang kita amanakan sebenayak 1,6 kilogram,” tutup Zulkarnain. Korankito.com/cr3/depe.

AN