Prihatin Dengan Warga Binaan, Ini Niat Mulia Lapas Lubuklinggau

 

Foto/Dhia

Lubuklinggau – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lubuklinggau berencana akan menonjolkan nuansa islami dalam membina warga binaan lapas.

Berita Sejenis
1 daripada 4.111

Hal itu dilakukan agar lapas tersebut terkesan seperti pesantren dengan harapan warga binaannya dapat tobat dan lebih baik setelah menjalani masa hukuman.

“Kita inginkan yang terbaik untuk seluruh warga binaan saat mereka keluar dari lapas. Oleh sebab itu, nantinya kita akan membuat lapas bernuansa islami sehingga mereka dapat menjadi lebih baik,” Kepala Lapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto saat sambutanya dalam kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kanwil Kemenkumham dengan Pemkot Lubuklinggau, Selasa (30/1).

Hanya saja, agar rencana itu dapat terealisasi, dibutuhkan bantuan dari semua pihak.

Sebab, sambung Imam, saat ini lapas pun masih kekurangan anggaran.

“Karena anggaran kita terbatas, seperti saat ini kita saja masih nunggak listrik 2 bulan dan terkendala dengan aliran pdam yang tidak lancar, serta kita membutuhkan bantuan obat-obatan. Makanya kita hadirkan semua pihak hari ini, dan semuanya ikut tanda tangan dan diharapkan kedepannya turut membantu,” ujar Imam.

Sebelumnya, Kepala kantor wilayah kementerian hukum dan ham (Kanwil Kemenkumham) Sudirman mengaku prihatin akan kondisi lapas yang ada saat ini.

“Bagaimana mau memanusiakan manusia jikalau sarana prasarana di lapas ini tidak memadai. Makanya perlu kerjasama dari seluruh pihak, mungkin dengan bersama kita dapat mewujudkan ini,” harapnya .

Ia menambahkan seharusnya ruang block lapas ini sudah ditambah, karena sudah overload.

“Kapasitas ruangannya hanya 500 sedangkan isi nya hampir 1000 orang di dalam sini,” terangnya.

Tak hanya itu Sudirman juga meminta agar PLN maupun PDAM memaksimalkan pelayanan yang diberikan.

“Kalau listrik maupun PDAM mati tiga jam saja saya pastikan ini akan menjadi masalah besar. Karena hal kecil semacam ini akan memancing emosi dan masalah warga binaan. Bisa dibayangkan bagaimana mereka bisa mandi bila PDAM mati seharian,” tambahnya.

Sementara itu, wakil walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar menjelaskan, pemkot Lubuklinggau telah menghibahkan dana 500 juta untuk renovasi dan peningkatan sarpras di lapas.

“Kita selalu berupaya yang terbaik untuk membantu segala pihak, termasuk membantu lapas dalam mewujudkan program kerjanya,” tutupnya. korankito.com/dhia/die

AN