Kapolda Sumsel : Hidup atau Mati Kami Akan Menangkapnya

foto/cr3.

Palembang- Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengintruksikan jajarannya untuk menangkap pelaku perampokan toko emas di Pasar Pagi, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim yang masih buron.

“Cepat atau lambat, hidup atau mati kami pasti segera menangkapnya,” jelas Kapolda dalam gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Senin (29/1) sekitar pukul 16.00.

Berita Sejenis
1 daripada 36

Kapolda mengimbau pelaku yang buron untuk segera menyerahkan diri. Pihaknya tak segan-segan akan memberikan tindakan tegas terhadap pelaku. “Kami imbau untuk satu pelaku yang buron untuk segera menyerahkan diri,” katanya.

Secara tegas, Zulkarnain mengatakan identitas pelaku yang masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sudah dikantongi. “Tempat persembunyian sudah kita ketahui, kini anggota kita masih melakukan pengejaran,” tuturnya.

Dalam pers rilis itu, Kapolda mengatakan saat ini pihaknya sudah mengamankan tiga orang tersangka. Satu orang diantaranya, merupakan memberikan fasilitas menginap baik sebelum maupun sesudah melancarkan aksi perampokan.

“Saat beraksi, pelaku terkenal cukup sadis dan tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya. Tersangka DS, ketika itu sempat melepaskan tembakan senjata api jenis FN yang dibawanya,” kata Zulkarnain.

Ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana kurungan sembilan tahun penjara. “Barang bukti kita amankan satu batang emas yang sudah dilebur sebesar 366 gram, alat pelebur dan uang sebesar Rp50 juta,” tambahnya.

Ketiga tersangka yang diamankan yakni Indra Levi (40), Suwito alias Didin Sugianto alias Feri (38) dan Sumalianto (50). Sedangkan tersangka Sudiko alias Sudikdo (41) tewas diamuk massa yang beraksi, satu tersangka lainnya masih buron.

Tersangka Sumalinto, ditangkap lantaran memberikan fasilitas menginap dan penitipan senpi bagi para tersangka sebelum dan sesudah beraksi di kediamannya di Daerah Batu Marta, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Induk.

Sementara itu, tersangka Sumalianto mengakui dirinya tidak ikut-ikutan melakukan aksi perampokan tersebut. Menurutnya, ia hanya dititipkan senjata oleh tersangka Didin, sebelum sebelum melancarkan aksi perampokan.

“Saya diiming-imingi imbalan sebesar Rp1 juta dan emas seberat hampir satu suku. Saya kenal dengan Didin, tapi saya tidak ikut mereka merampok. Bahkan saya pun tidak tahu kalau mereka merampok toko emas itu,” katanya.

Di sisi lain, tersangka Indra mengungkapkan dirinya hanya mengawasi situasi di sekitar toko emas. Sedangkan ketiga temannya mengeksekusi toko emas itu dengan menggunakan senjata api yang telah disiapkan sebelumnya.

“Sudiko, sempat menembakkan senpinya ke arah toko emas sebanyak dua kali. Setelah berhasil mengambil emasnya, kami lari mengunakan motor. Tapi motor kami terbalik dan warga sudah ramai mengepung. Kami dimassa,” katanya.

Didin Sugianto mengungkapkan, saat melancarkan aksi itu. Ia juga sempat meletupkan senpira, namun tidak mengarah ke warga. Melainkan diantarkannya ke atas.

“Total emas yang berhasil kami bawa kabur seberat 1 kilogram. Dan sudah saya jualan di kawasan Jakarta seharga Rp250 juta. Uangnya digunakan biaya tahlilan adik yang tewas diamuk massa,” ungkapnya. Korankito.com/cr3/depe.

AN