Sempat Buron, Mantan Kades Serahkan Diri Ke Kejari

foto/dhia.

Lubuklinggau- Setelah sempah dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Lubuklinggau. Dedi Irama (45), mantan kepala desa (Kades) yang terlibat aksi pembunuhan terhadap Edi Enjoy (43) menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Senin (29/1) siang.

Hal ini dikarenakan, Dedi divonis Mahkamah Agung (MA) hukuman 10 tahun penjara dalam putusan kasasi yang diterima oleh Kejari Lubuklinggau, 11 Oktober 2016. Usai keputusan itu, Dedi menghilangkan dan dinyatakan buron selama hampir dua tahun.

Pantauan Koran Kito, Dedi mendatangi Kejari Kota Lubuklinggau dengan mengenakan kaos merah dan ditutupi oleh jaket hitam. Dia bersama kuasa hukumnya langsung menuju ruang Pidana Umum (Pidum). Tak lama berselang, Dedi dibawa menuju LP Kelas II Lubuklinggau.

Kepala Seksi (Kasi) Pidum Kejari Lubuklinggau Hafit Suhandi menjelaskan, selama Dedi menghilangkan. Pihaknya telah melayangkan dua surat pemanggilan kepada tersangka. Ia mengatakan, hal itu dilakukan setelah dikabulkannya Kasasi oleh MA.

“Hasil Kasasi yang kita terima. Dia (tersangka) divonis 10 tahun hukum penjara akibat perbuatannya. Hari ini, dia menyerahkan diri dan langsung kita tahan di Lapas Kelas II A untuk menjalani hukumannya,” kata Hafit saat dimintai konfirmasi awak media.

Sementara itu, Fauzie Ariyanto selaku Kuasa Hukum Dedi Irama menjelaskan, selama buron kliennya tidak pergi kemana-mana dan hanya menetap di Kota Lubuklinggau. Hanya saja, ketika itu kliennya masih ada urusan sehingga belum bisa menyerahkan diri.

“Setelah putusan MA keluar klien saya melakukan rembuk keluarga dan saya juga sudah memberi saran agar menyerahkan diri dan baru hari ini niat itu terlaksana,”jelasnya.

Fauzi menambahkan dirinya menyiapkan bukti otentik untuk mengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke MA. “Bukti sudah lengkap. Tinggal didaftarkan PK ke MA. Yang jelas, dari vonis 10 tahun. Klien kami sudah menjalani hukum selama 9 bulan saat proses persidangan,” tuturnya.

Sekedar mengingatkan kasus ini mencuat, usai para pelaku pembunuhan melakukan aksi bak film action. Dimana mengajak massa mendatangi korban ke rumah dan melakukan pembunuhan sadis terhadap korban. Bahkan, aksi itu disaksikan oleh istri dan anak korban. Korankito.com/dhia/depe.

AN