Kelaparan, Dua Pemuda Curi Helm Hingga Berakhir Tragis

foto/cr3.

Palembang- Berdalih kelaparan dan tidak mempunyai uang untuk beli makanan. M Sultan Bareki (20) bersama IA (17) mencuri helm milik Herri di Jalan Sapta Marga, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Kedua tersangka mengalami luka lebam setelah dihajar massa yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) yang kesal dengan perbuatannya. Beruntung saat main hakim sendiri itu terjadi, polisi dari Polsek Kalidoni segera mengamankannya.

Berita Sejenis

Lima Bulan Buron, Udit Ditembak Polisi

Kepergok Mencuri, Malik Diamuk Massa

Residivis Kambuhan Diterjang Timah Panas

1 daripada 67

Berdasarkan data yang dihimpun. Modus operandi yang digunakan kedua tersangka, bermula ketika mereka mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengendarai sepeda motor, Kamis (25/1) sekitar pukul 10.00.

Tersangka Bareki turun dari atas motor dan menuju ke dalam rumah toko (ruko) untuk menawarkan baju kaos yang akan dijualnya. Sedangkan, tersangka IA menunggu di atas motor sembari mengawasi situasi sekitar lokasi.

Karena tidak jelas dengan yang dijual tersangka, korban menolak membeli barang itu. Hal itu membuat Bareki meninggalkan toko tersebut. Namun, saat akan keluar dirinya melihat helm milik korban berada di atas meja.

Bareki pun langsung mengambilnya dan berlari menuju motor. Herri yang melihat helm kesayangannya dibawa kabur, mengejar tersangka  seraya menjerit maling dan didengar warga sekitar yang ikut mengejar kedua pelaku.

Bareki dan IA berhasil ditangkap oleh warga. Bahkan keduanya sempat menjadi bulan-bulanan warga yang kesal dengan ulah jahatnya. Beruntung aparat kepolisian tiba di lokasi, sehingga cepat diamankan dan digelandang ke Mapolsek Kalidoni.

Saat ditemui di Mapolsek Kalidoni, Jum’at (26/1) sekitar pukul 13.00. Tersangka Bareki mengakui perbuatannya. Ia mengatakan nekat mencuri dikarenakan tidak punya uang, sedangkan ketika itu dirinya sedang kelaparan.

“Saya kelaparan Pak. Mau membeli tidak punya uang, mau jual barang tidak laku. Makanya saya mencuri. Ini baru yang pertama kalinya,” tutur pemuda yang tinggal di Jalan Multi Wahana, Kecamatan Sematang Borang, Palembang ini.

Sedangkan tersangka IC mengatakan, dirinya hanya diajak oleh Bareki. Ia mengaku tidak tahu, kalau akan diajak mencuri, karena temannya itu mengaku minta ditemani untuk jalan-jalan dan menjual baju kaos.

“Saya hanya ikut-ikutan saja Pak. Dia (Bareki) mengajak dan memaksa saya untuk membawa motor. Apalagi, waktu itu saya tidak pegang uang untuk beli rokok. Jadi mau diajak dia pergi,” ujar warga Perumnas Sako Palembang ini.

Di sisi lain, Kapolsek Kalidoni AKP Yulia Farida melalui Kanit Reskrim Iptu Suldani menerangkan, tertangkapnya kedua pelaku berawal dari adanya laporan masyarakat yang mengatakan ada pelaku kejahatan yang diamuk massa.

“Usai menerima informasi itu, anggota kita langsung mendatangi lokasi dan benar tersangka sudah diamankan oleh warga.  Selanjutnya kita bawa kedua tersangka ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan,” tutur Suldani.

Suldani mengatakan, modus yang digunakan tersangka dengan berpura-pura menawarkan barang dagangan. Namun, ketika korban lengah tersangka mengambil barang miliknya. “Akan kita kembangkan diduga masih ada TKP lain,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selain kedua tersangka. Pihaknya juga mengamankan satu unit motor milik tersangka yang digunakan untuk beraksi dan helm korban yang dicurinya. “Akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana di atas 5 tahun,” tutupnya. Korankito.com/cr3/depe.

AN