UKM di Lubuklinggau Terus Digenjot

foto/dhia.

Lubuklinggau-Ratusan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Lubuklinggau terus diberikan pelatihan dan pembinaan, dengan harapan bisa menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing di pasaran.

Untuk menggenjot dan merangsang eksistensi dan tumbuhnya  UKM baru. Pemerintah daerah dalam hal ini PKK Kota Lubuklinggau rutin berikan motivasi dan bantuan pada para pelaku usaha kecil dan menengah salah satunya dengan menggandeng Hiswana Migas.

“Sudah ratusan UKM yang kita bantu baik bantuan dari PKK sendiri GOW maupun organisasi wanita lain, dan sistem bantuan yang diberikan dengan sistem acak,” tegas Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Yetti Oktarina Prana, Kamis (25/1).

Saat ini pertumbuhan UKM di tengah masyarakat sedang menggeliat. Baik dari hadirnya produk-produk baru yang dihasilkan dari UKM baru pula.  Untuk itu TP PKK Kota Lubuklinggau tengah mengupayakan agar produk-produk UKM Lubuklinggau  bisa masuk dan dijual diseluruh cabang Alfamart dan Indomaret terus bertambah.

“Selama ini lebih kurang 10 produk UKM Lubuklinggau  bisa dipasarkan di dua minimarket yang punya jaringan nasional. Saat ini kita masih kewalahan dengan permintaan pasar yang tinggi sementara kemampuan suplay kita  masih terbatas,” tambahnya.

Sementara Ketua Hiswana Migas Kota Lubuklinggau, Winasta Ayuduri menjelaskan organisasi yang dipimpinya rutin memberikan bantuan setiap bulannya, dana bantuan sendiri diambil dari 6 SPBU yang ada di kota berslogan Sebiduk Semare.

“Untuk 1 liter BBM ada 10 rupiah yang kita donasikan.  Kalau wilayah Lubuklinggau setiap bulannya lebih kurang Rp 39 juta donasi kita salurkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Basnas).  Hanya saja bentuk bantuan yang kita salurkan setiap bulannya bervariasi,” tambahnya.

Donasi dari Hiswana Migas dijelaskan wanita yang akrab disapa Wiwin telah berlangsung delapan bulan lalu. Namun donasi diberikan tertuju pada Basnas dan bentuk bantuan yang disalurkan setiap bulannya tergantung kebutuhan.

“Bulan depan kami akan salurkan bantuan ke kampung warna warni,” pungkasnya. Korankito.com/dhia/depe.

AN