PSMS Medan Akui Benteng Kokoh Sriwijaya FC

foto/ist.

Bandung – Sukses menumbangkan dua tim besar di Grup A Piala Presiden 2018 yakni, PSM Makassar dan Persib Bandung, membuat PSMS Medan harus berhadapan Sriwjaya FC pada Jum’at (26/1), besok

Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurjaman mengatakan, pertandingan melawan Sriwijaya FC merupakan laga hidup mati bagi timnya untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.

Berita Sejenis
1 daripada 188

“Pertandingan terakhir akan kami lakukan melawan SFC. Bagi kami pertandingan besok merupakan laga yang sangat berat, yang menentukan kami lolos atau tidak dipertandingan selanjutnya. Kami memiliki 6 poin dan itu belum aman. Besok kami harus menambah poin, sehingga kami bisa mewujudkan target kemenangan,” ujar Djajang, Kamis (25/1).

Diakui Djajang, sangat sulit menembus benteng kokoh Sriwijaya FC, Terlebih, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini banyak dihuni pemain bintang, seperti seperti pemain asal Mali Makan Konate dan muhammadou N’diaye, serta pemain terbaik AFC 2017 yakni Manuchekr Dzhalilov.

Inilah yang menjadi misi berat anak asuhnya untuk menaklukan tim yang pernah meraih gelar double winner 2007-2008 silam tersebut.

“Kami akan berusaha kerja keras, kami tahu tim yang kami hadapi sekarang merupakan tim yang bertabur bintang. Kami juga adalah pemain yang berasal dari liga 2, disatu sisi kami ingin melakukan apa yang sudah kami peroleh di dua laga sebelumnya,” ucapnya.

Kendati demikian, eks Pelatih Persib Bandung ini tetap mengintruksikan agar timnya mempunyai semangat juang yang tinggi mendapatkan tiket lolos di laga berikutnya.

“Kami sangat respect bahwa SFC tim yang tangguh dan kemarin dia menang telak 3-0. Jadi jika kita ingin mendaptkan poin, kata kuncinya harus kerja keras,” pungkasnya. korankito.com/nisa/die

AN