Dibegal, Leher Pengemudi Ojol Disayat Bayonet

Petugas saat olah tempat kejadian perkara (TKP). foto/cr2.

Palembang- Kawanan begal sepeda motor kembali melancarkan aksinya. Kali ini korbannya pengemudi ojek online (ojol) yakni Ramli Alfatara (23) warga Jalan Kapten Abdullah, Kecamatan Plaju Palembang.

Akibatnya, korban kehilangan sepeda motor Honda Beat dan mengalami luka sayatan senjata tajam (sajam) jenis Bayonet di lehernya setelah dilukai kawanan pelaku yang diduga berjumlah tiga orang tersebut.

Berita Sejenis
1 daripada 52

Ia pun akhirnya mendatangi ruang pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (23/1) sekitar pukul 12.00 untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Kepada petugas, korban mengatakan kejadiannya terjadi di Jalan Bungaran V, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, sekitar pukul 05.00. Dimana ketika itu dirinya mendapatkan orderan dari penumpang.

“Saya mendapat orderan penumpang Pak dengan tujuan ke Asrama Haji. Saya pun langsung menerimanya dan mendatangi tempat penjemputan (lokasi kejadian),” ujarnya memberikan keterangan kepada petugas.

Setiba di lokasi, ternyata penumpang yang akan diantarnya tiga orang. “Mereka minta bonceng tiga. Saya bilang tidak bisa dan satu pelaku merampas kunci motor, satunya mengalungi leher saya dengan pisau,” tuturnya.

Masih dikatakannya, ia sempat melakukan perlawanan untuk mempertahankan motornya. “Saat melawan itu, pelaku yang pegang pisau, langsung menggesekan sajamnya ke leher saya. Hingga luka sayatan,” ujarnya.

Tak sekedar mengambil motor, lanjut Ramli, pelaku juga meminta ponsel miliknya, power bank, dan uang. Merasa takut korban pun menyerahkan semuanya. “Saya harap pelaku cepat ditangkap dan dihukum,” harapnya.

Sedangkan, Yanto (45) warga sekitar lokasi kejadian yang kesehariannya sebagai pedagang gado-gado ini mengatakan di tempat itu memang sering terjadi aksi penodongan terhadap para pengendara motor.

“Memang sering disini terjadi penodongan, terutama di malam hari. Saya tahu, karena sudah puluhan tahun berdagang di dekat sini,” tambah Yanrto saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara KA SPK Terpadu Polresta Palembang Ipda Haidir membenarkan adanya laporan korban. “Sudah kita datangi TKP pembegalan, korban juga saat ini masih dimintai keterangan oleh petugas terkait kasus begal yang dialaminya,” pungkasnya. Korankito.com/cr2/depe.

AN