Residivis Bobol Rumah Kosong Dihadiahi Timah Panas 

foto/depe.

Palembang- Melawan ketika ditangkap, Ilham (33) residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Plaju Palembang di kedua kakinya.

Bapak satu anak ini ditangkap saat menongkrong bersama teman-temannya di Jalan DI Panjaitan, Gang Civo, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju Palembang, Juma’at (19/1) sekitar pukul 20.00.

Berita Sejenis

Kepergok Mencuri, Malik Diamuk Massa

Residivis Kambuhan Diterjang Timah Panas

Kepergok Curi Ponsel, Andre Diamuk Massa

1 daripada 33

Berdasarkan data dihimpun, tersangka beraksi di rumah kosong milik A yang ditinggal mudik lebaran, 6 Juli 2016. Dimana Ilham bersama komplotannya SN dan SP masuk ke rumah korban melalui jendela belakang yang terlebih dahulu dirusaknya.

Dari rumah korban yang berada di Jalan DI Panjaitan, Lorong Gang Lama, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju Palembang. Pelaku berhasil menggasak sejumlah barang berharga korban dan uang tunai sebesar Rp1 juta.

Kapolsek Plaju AKP Riska Aprianti didamping Kanit Ipda Juprius mengatakan penangkapan tersangka berawal dari pihaknya menerima informasi masyarakat terkait keberadaan tersangka yang telah lama pihaknya cari.

“Mendapati informasi itu, kita lakukan pengecekan, ternyata benar. Kita lakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan tersangka. Namun, karena melakukan perlawanan terpaksa kita berikan tindakan tegas,” tuturnya, Sabtu (20/1) siang.

Untuk barang bukti, pihaknya mengamankan sebuah obeng, dua kunci L, satu buah kunci pas yang telah dimodifikasi, kunci Y dan televisi. “Akan kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan sembilan tahun penjara,” katanya.

Riska menjelaskan, IL merupakan residivis dan telah berulang kali melakukan perbuatannya. “Dia juga merupakan komplotan dari tersangka yang ditembak mati oleh Satreskrim Polresta Palembang atas nama Hasbi beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Sementara itu, tersangka Ilham mengaku baru satu kali melancarkan aksinya. “Saya hanya menunggu diatas motor Pak, kedua teman saya yang beraksi yakni SN dan SP. Uangnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.

Ia mengatakan sudah tiga kali keluar masuk penjara. “Dengan yang ini tiga kali pak, kasus sama pencurian dengan pemberatan. Keluar nanti saya akan bertobat dan tidak mau lagi mengulanginya,” tutup pria yang bekerja di depot kusen ini. Korankito.com/depe.

AN