21 Tahun Lupa Diri, Peggy Melati Sukma Akhirnya Tobat

Foto/dok

Peggy Melati Sukma ungkap kisah mengejutkan. Ini tentang pribadinya, bukan soal asmara atau kariernya sebagai artis. 21 tahun hidup bergelimang harta, dikelilingi kemewahan dan jadi sorotan, Peggy yang mengaku lupa diri, akhirnya tobat.

Tiga bulan belakangan ia memutuskan hijrah dan memakai cadar. Perubahan penampilan yang sangat mengejutkan itu, diwarnai beragam gejolak hati, namun Peggy mampu melaluinya.

Berita Sejenis
1 daripada 4.020

“Hampir dua puluh satu tahun saya diberikan sama Allah hidup, diangkat derajatnya sama Allah di dunia, selama itu saya berbagi ikhtiar dan hasilkan keberhasilan tapi saya justru makin melupakan hakikat saya sebagai hamba Allah, saya nggak peduli aurat, lupa ibadah dan pergaulan bebas,” ungkap Peggy ditemui di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.
“Saya pernah mengalami masa 3 tahun yang hidup isinya semua terbalik dengan kesuksesan yang saya raih selama berpuluh-puluh tahun. Hidup saya dalam 21 tahun berujung jadi bertafakur dan berpikir, saya coba asingkan diri dari keramaian, mencoba cari hakikat hidup, kembali pada Alquran, berdekatan dengan orang-orang soleh dan guru-guru besar,” lanjut janda cantik itu.

Dari guru besar pula, Peggy memutuskan ganti nama. Jika dulu dikenal sebagai Peggy Melati Sukma, seorang artis papan atas yang wara-wiri di layar kaca, kini ia dipanggil dengan sebutan Khadijah. Apa makna nama baru Peggy?

“Sebetulnya nama itu diberikan guru-guru besar saya. Saya diberi nama Khadija dan Sumaya. Khadija itu istri Nabi muhammad SAW, perempuan pejuang Islam, istri yang berbakti, wanita smart, dan saudagar juga. Insya Allah nama itu jadi doa dan pengingat, bikin saya jadi memperbaiki diri dan memandang para wanita salihah dalam perjalanan Islam. Apalagi Khadijah dijamin surganya sama Allah,” ungkap Peggy.

Hijrah, ubah penampikan dan ganti nama, prioritas hidup Peggy pun berubah. Membuang jauh-jauh hal yang sifatnya duniawi, Peggy kini fokus beribadah, dengan harapan bisa kumpul dengan Tuhan dan Nabinya.

“Saya hanya mau ketemu Allah SWT dan berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW. Itu saja yang menjadi keinginan utama saya, kalau keinginan lainnya sudah nggak ada. Kalau jalannya kematian ya kita harus siapkan. Kematian nggak mesti dipikirkan, yang mesti dipikirkan adalah perjalanan menuju ke kematiannya,” tutup Peggy. O tri

AN